Wakil Ketua BPK Meminta Pemda untuk Terus Menggali Potensi PAD

Monitor, Jakarta – 21 tahun sudah kebijakan otonomi daerah diterapkan di Indonesia. Perubahan sistem pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi ini bertujuan agar setiap daerah dapat mandiri dalam mengelola seluruh potensi di daerah itu sendiri.

Dalam rangka turut merayakan hari otonomi daerah, Pusat Kajian Keuangan Negara (Pusaka Negara) melakukan wawancara eksklusif kepada kepala daerah yang dinilai berhasil dalam menerapkan inovasi untuk membangun daerah yang dimuat di dalam Majalah Keuangan Negara.

Sebanyak 21 kepala daerah yang sudah diwawancara dan masuk dalam majalah yang terbit tiga bulanan ini, diejawantahkan dalam acara 21 Inspirator Pembangunan Daerah 2017 dengan tema “Evaluasi dan Implementasi Otonomi Daerah” yang berlangsung di Hotel Redtop, Jakarta Pusat, Kamis (15/6/2017).

Hadir sebagai panelis acara penghargaan tersebut, Wakil Ketua BPK RI, Bahrullah Akbar. Dalam pemaparannya, ia memberikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan oleh lembaga yang dipimpin Prastyo ini. Menurutnya, Majalah yang diterbitkan oleh Pusaka Negara selalu berbasis riset dan kajian, sehingga berita yang disajikan base on data.

“Kelebihan dari Majalah Keuangan Negara ini antara riset dengan berita. Sehingga ini perlu diapresiasi,” Ujar Guru Besar IPDN ini.

Soal evaluasi otonomi daerah, Bahrullah menyampaikan bagaimana pemerintah daerah dapat merubah pola kebijakan anggaran. Karena selama ini pemerintah daerah lebih memikirkan belanja daerah, sedangkan pendapatan daerah tidak terlalu dipikirkan. Sehingga pendapatan daerah dapat bergeser dari APBN ke PAD. “Pendapatan daerah jangan mengandalkan dari pusat saja, tapi dipikirkan pendapatan asli daerah,” kata mantan Anggota VI BPK RI.

Selain itu untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, saat ini BPK telah menerapkan e-Audit yang telah dilakukan saat memeriksa laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) tahun anggaran 2016. Dan e-Audit tersebut akan segera diintegrasikan ke laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD).

“Cepat atau lambat, LKPD akan terintegrasi dengan e-Audit. Mari kita pelan-pelan mengangkat transparansi dan akuntabilitas melalui elektronik sistem,” sambungnya.

Acara ini dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Wakil Ketua BPK RI Bahrullah Akbar, Anggota BPK RI Isma Yatun, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Diah Natalisa, Rektor IPDN Ermaya Suradinata, serta para peneliti, akademisi, dan Praja IPDN.

Recent Posts

Pengisian PDSS SPAN PTKIN 2026 Meningkat, Ketua Panitia PMB PTKIN Apresiasi Peran Humas

MONITOR, Surabaya - Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) pada pelaksanaan Seleksi Prestasi Akademik…

3 jam yang lalu

Menhan Didampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Yonif TP 852/ABY

MONITOR, Jakarta - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, didampingi Wakil Panglima TNI…

6 jam yang lalu

Menag Lepas Parade Budaya Widyalaya di Bali, Teguhkan Pendidikan dan Ekoteologi

MONITOR, Denpasar - Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar, secara resmi membuka Parade Budaya Bhakti Pertiwi…

8 jam yang lalu

Pantau Layanan Haji 2026, Menhaj RI Bertolak ke Arab Saudi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas…

8 jam yang lalu

Libur Imlek 2026, Jasa Marga Prediksi 1,6 Juta Kendaraan Padati Tol

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa…

9 jam yang lalu

SEB Pembelajaran Ramadan 2026 Terbit, Ini Jadwal Belajar dan Libur Sekolah

MONITOR, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Dalam…

13 jam yang lalu