Categories: HUKUMNASIONAL

SAPTA Indonesia: Pemasaran Tembakau Bertentangan Dengan HAM

Monitor, Jakarta – Pada tahun 2016 lalu, raksasa tembakau Philip Morris International (PMI) mendekati Danish Institute for Human Rights (DIHR), sebuah badan yang didanai pemerintah, untuk berkolaborasi dalam "rencana pelaksanaan hak asasi manusia". DIHR diberi akses oleh korporasi untuk menilai rantai nilai PMI, yang pada intinya menjalankan audit "Hak Asasi Manusia" untuk PMI.

Koordinator Solidaritas Advokat Publik untuk Pengendalian Tembakau di Indonesia (SAPTA Indonesia) Tubagus Haryo Karbyanto mengtakan, Tembakau sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, dan tidak diragukan lagi bahwa produksi dan pemasaran tembakau tidak dapat didamaikan dengan Hak Asasi Manusia terhadap kesehatan. “Untuk industri tembakau, UNGP (United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights) mengharuskan penghentian produksi dan pemasaran tembakau," ujar Tubagus Haryo dalam pernyataan tertulis yang diterima, Rabu (14/6).

Lebih lanjut ia menjelaskan, pernyataan ini adalah sebuah pernyataan yang tegas dan memang beralasan, karena Perusahaan tembakau besar yang memproduksi dan memasarkan rokok yang mengandung zat adiktif telah membunuh separuh konsumennya.

“Yang menjadi perhatian disini adalah peningkatan konsumen rokok sejak usia anak-anak dan remaja. Di Indonesia saja, menurut data riskesdas 2010 prevalensi konsumsi rokok dan produk tembakau lainnya pada tahun 2010 adalah 30,8% dari jumlah penduduk berusia >15 tahun. Bahkan pervalensi merokok pada kelompok 13-15 tahun mendekati atau melebihi prevalensi merokok pada orang dewasa (41% remaja laki-laki dan 6,4% pada remaja perempuan menurut hasil Global Youth Tobacco Survey). Yang lebih mengkhawatikan lagi adalah terjadi peningkatan prevalensi merokok pada balita dan anak-anak berusia 5-9 tahun, dari 0,4% pada tahun 2001 menjadi 1,8% pada tahun 2004 berdasarkan hasil survey Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik,” terangnya.

Berdasarkan keterangan itu, pihaknya merekomendasikan tiga poin, pertama, sudah seharusnya Komnas HAM juga mengeluarkan pernyataan yang sama seperti yang dikeluarkan oleh Danish Institute for Human Rights (DIHR) dan UNGP (United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights) dimana Perusahaan rokok harus menghentikan produksi dan pemasaran produk tembakau. Kedua, Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM agar mengeluarkan pernyataan resmi ttg hal di atas agar segenap komponen rakyat Indonesia mengetahui posisi Induatri Rokok dan Hak Asasi Manusia. Ketiga, SAPTA Indonesia meminta Industri Rokok di Indonesia untuk segera membuat strategi 'endgame’ guna menghormati dan mengakui harkat dan martabat warga negara Indonesia yg berhak asasi manusia.

 

Recent Posts

Menaker Tugaskan Pengawas Kawal Kesepakatan Kecelakaan Kerja di Cikarang

MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menugaskan pengawas ketenagakerjaan berkoordinasi dan mengawal pelaksanaan kesepakatan…

1 jam yang lalu

Kapolda Banten Ajak Ulama dan Santri Perkuat Sinergi Jaga Kedamaian

MONITOR, Lebak – Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan, S.I.K., M.M., M.H., mengajak kalangan ulama,…

2 jam yang lalu

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji Khusus Berhak Lunas 1448 H/2027 M

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi merilis Daftar Jemaah Haji…

13 jam yang lalu

OASE III PTKIN di UIN Sunan Kalijaga, Mahasiswa Kembangkan Inovasi Pengelolaan Limbah dan Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Ekoteologi

MONITOR, Yogyakarta - Kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berbagai cabang…

13 jam yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Berakhir Gemilang: Bukti Kampus Islam Siap Bersaing di Kancah Sains dan Teknologi Global

MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…

1 hari yang lalu

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

2 hari yang lalu