Parlemen

DPR Fokus Turunkan Angka Stunting di Indonesia

Anggota Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh

MONITOR, Jakarta - Masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi atau dikenal dengan 'stunting' menjadi sorotan anggota Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh. Ia menilai stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang dialami balita akibat kekurangan asupan gizi.

Nihayatul mencontohkan seperti di Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat, di tahun 2013 jumlah stunting diangka 36%, sekarang menjadi 30%. Tetapi ini masih menjadi pekerjaan rumah yang luar biasa. Selain itu, angka kematian ibu dan persoalan lainnya serta geografis Kalimantan Barat yang sangat luas turut mempengaruhi kinerja pemerintah.

"Kedepannya kita akan fokus, jangan hanya persoalan problem tetapi juga memikirkan bagaimana akses untuk masyarakat tentang kesehatan. Karena Kalimantan ini merupakan daerah transit dari perbatasan, dan banyak bermacam orang masuk ke Kalimantan dalam kondisi membawa penyakit yang tidak kita ketahui dan menyebar di sini," ujarnya kepada wartawan, baru-baru ini.

Politisi F-PKB dapil Jawa Timur III ini menyatakan, pos-pos masuk perbatasan di Kalimantan perlu menguatkan karantina kesehatan. Hal ini dilakukan agar tak sembarangan orang masuk melalui pintu perbatasan.

Nihayah, sapaan akrabnya, juga menyatakan bahwa saat ini DPR tengah membahas RUU tentang Karantina Kesehatan Manusia, Tumbuhan, dan Hewan. Hal ini menurutnya dimaksudkan agar nantinya bisa terawasi lebih kuat dan terdata dengan benar.

(tsar)