Melintir Makna Video ‘Tampang Boyolali’ Prabowo

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

MONITOR – Video berisi pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, tentang akses masuk hotel bagi rakyat miskin dan ‘tampang Boyolali’ belakangan ini viral. Video tersebut berhasil memancing emosi sebagian masyarakat terutama pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Dalam cuplikan video berdurasi 20 detik itu, Prabowo seolah pesimis masyarakat miskin di Indonesia bisa masuk hotel apalagi menginap. “Saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul?” demikian kata Prabowo dalam video tersebut dan disambut jawaban “betul” dari hadirin acara.

Kata-kata Prabowo ini nyaris sedikit menghujam, terlebih pernyataannya di awal terdengar kurang jelas. Prabowo bahkan menyebut orang-orang miskin akan diusir dari hotel karena tidak memiliki wajah layaknya orang kaya.

“Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Kalian tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang-tampang kalian ya tampang Boyolali ini,” tukas Prabowo.

Video ini langsung laris diburu netizen. Ada yang menyesalkan statemen Ketua Umum Partai Gerindra itu, namun para pendukungnya menilai video tersebut sengaja dipotong sehingga substansinya hilang.

Seperti pembelaan dari Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade, yang menyebut bahwa penyebaran video itu jelas mendiskreditkan sosok Prabowo. Menurut Andre, saat ini popularitas Prabowo dan Sandi semakin melesat.

“Ini kan cara orang ingin mendiskreditkan Pak Prabowo ya. Karena supaya masyarakat ketahui, pihak sebelah itu kan surveinya stuck dan cenderung turun. Pak Prabowo dan Bang Sandi naik terus. Nah mulailah cara cari cara mendiskreditkan Pak Prabowo,” kata Andre, Jumat (2/11).

“Caranya apa? Memotong-motong video percakapan Pak Prabowo supaya masyarakat salah persepsi untuk memfitnah Pak Prabowo, mendiskreditkan Pak Prabowo,” sambungnya.

Hal senada juga diutarakan jubir Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Faldo Maldini, bahwa pernyataan Prabowo sesungguhnya menyangkut masalah kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Faldo menegaskan bahwa Prabowo sesungguhnya ingin menyindir pemerintah yang kurang menjamin kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, video tersebut justru dipelintir.

“Jadi ini memang terlihat mereka mulai panik melihat survei Pak Prabowo naik, mulai coba mendiskreditkan Pak Prabowo di ranah pribadi apalagi kita tahu minggu ini ada orang dari kubu sebelah yang berjanji kepada rakyat ternyata sampai tanggal 33 Oktober ya, sekarang 2 November atau 33 Oktober kan kalau menurut menyangkut janji bulan Oktober, Esemka itu keluar,” tutur Andre.