Urgenitas Pembangunan Nasional Berbasis Sosial

Indonesia bukanlah negara “kecil”. Dengan segala potensi yang kita miliki, sudah selayaknya kita mampu untuk menjadi bangsa yang besar dan mampu bersaing dengan negara lain, sekaligus disegani oleh negara lain. Mulai dari segala sektor yang ada seperti ekonomi, sosial, budaya, olahraga, politik, militer keamanan dan sektor lainnya.

Indonesia memiliki luas wilayah daratan yang mencapai 1,9 juta km2 yang di dalamnya terdapat potensi hayati atau sumber daya alam yang teramat luar biasa. Dari segi sumber daya manusia, saat ini Indonesia memiliki jumlah populasi penduduk terbesar ke-empat di dunia dengan total jumlah penduduk mencapai 260 juta jiwa, dengan tingkat keberagaman yang begitu majemuk dari terdiri dari rutasan suku bangsa dan tentunya bahasa yang berbeda-beda.

Potensi-potensi inilah kemudian mampu menjabarkan Indonesia layak disebut sebagai suatu bangsa yang besar. Akan tetapi potensi ini jelas tidak akan berguna apabila hanya sekedar data yang sulit untuk di eksplor lebih jauh. Sehingga Indonesia membutuhkan sebuah perancangan pembangunan nasional yang baik, komprehensif, holistik serta mampu menghargai atau menjunjung tinggi nilai kemajemukkan Indonesia sebagai pondasi utama pembangungan nasional demi terwujudnya cita-cita pembangunan yang dapat kita lihat pada pembukaan UUD 1945 serta tentunya Pancasila terlebih nilai kemajemukkan Indonesia sebagai suatu bangsa yang kokoh dan utuh sangat sesuai dengan semboyan nasionalkita yakni Bhineka Tunggal Ika (Berbeda-beda namun tetap satu jua).

Pembangunan nasional merupakan proses perubahan terencana untuk kondisi yang pastinya lebih baik dan hal ini mencakup secara nasional yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia, merujuk kepada butir ke lima Pancasila yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Maka sudah sepatutnya bangsa ini mampu menghadirkan pembangunan nasional yang mampu menjamin tercapainya kondisi tersebut, agar masyarakat Indonesia dapat menikmati hasil kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh pahlawan bangsa terdahulu yang telah berhasil merebut kekuasaan dari tangan para penjajah.

Keadilan sosial mungkin saja akan menjadi isu paling krusial di Negara ini sampai kapanpun. Terlebih dengan banyaknya latarbekang atau suku bangsa yang menjadi bagian penting dari keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perlu kita sadari bersama, bahwa keberlanjutan Indonesia sebagai suatu bangsa yang utuh yang terdiri dari wilayah yang meliputi Sabang sampai Marauke dan Miangas sampai Pulau Rote kedepannya merupakan tanggung jawab semua elemen bangsa dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Akan tetapi sesungguhnya tanggung jawab ini akan semakin terasa mudah apabila terdapat pemahaman yang jelas kepada seluruh masyarakat Indonesia, terkait dengan konseptualisasi makna dari pembangunan yang berasakan keadilan sosial bagi selutuh rakyat Indonesia.

Hal ini kemudian menjadi sangat penting karena kedepannya sebagai suatu bangsa yang besar dengan tingkat heterogenitas masyarakat yang begitu kompleks jelas akan menyebabkan terjadinya perbedaan kebutuhan dari setiap masing-masing kelompok yang pada akhirnya akan memberikan konsep atau pandangan mereka terkait dengan makna dari keadilan sosial.

Sesungguhnya upaya ini dapat kita tempuh secara teknis dengan adanya upaya implementasi nilai keadilan sosial dan konsep perencanaan pembangunan nasional. Bukan hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, melainkan juga melibatkan aspek sosial dari setiap pembangunan baik yang akan dilaksanakan maupun yang telah dilaksanakan.

Karena pada hakekatnya, pembangunan harus merujuk kepada kemampuan masyarakat untuk dapat memanfaatkan setiap infrastruktur atau fasilitas yang dibangun. Ini demi tercapainya kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Bukan malah mengorbankan kesejahteraan sekelompok masyarakat demi terbangunannya infrastruktur atau fasilitas yang seolah dibenarkan dengan asas kebutuhan dari masyarakat itu sendiri.

Pembangunan sosial merupakan salah satu model pembangunan yang dimana melihat pembangunan bukan hanya dari aspek pembangunan ekonomi,  melainkan hasil elaborasi antara pembangunan ekonomi dan juga pembangunan sosialdari suatu masyarakat. Dalam buku bertajuk social development seorang, James Midgley menyebutkan bahwa dengan adanya pembangunan sosial maka kondisi ini secara otomatis akan dibarengi dengan pembangunan ekonomi.

Hal ini berbeda atau bertolakbelakang dengan pembangunan ekonomi yang menurutnya belum tentu dibarengi dengan pembangunan sosial. Padahal  apabila merujuk kepada tujuan pembangunan itu sendiri, yakni tercapainya kesejahteraan bagi seluruh masyarakyat dimana masyarakat tersebut mampu untuk memenuhi kebutuhan, mengatasi masalah serta mampu mengakses dan memanfaatkan kesempatan demi pengembnagan diri dari masyarakat itu sendiri.

Pembangunan nasional yang berorientasikan sosial merupakan jawaban konkrit dari peluang timbulnya permasalahan. Terkait dengan upaya pemerataan pembangunan nasional, yang notabene merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat secara umum dalam satu wilayah. Melalui konsep ini, kita akan mampu mempelajari sekaligus menghargai perbedaan pemahaman dari setiap makna pembangunan dari setiap elemen masyarakat yang terlibat dalam proses pembangunan.

Sehingga diharapkan dengan konsep ini juga potensi terpenuhinya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia akan jauh lebih besar sehingga kemampuan Indonesia untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai suatu banngsa yang utuh akan semakin baik.