Tak Terima Pasien BPJS Ditolak Rumah Sakit, Komisi IX Angkat Bicara

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyesalkan kasus kematian bayi Debora di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu karena terkendala biaya.

Menurutnya negara harus mampu melindungi segenap warga negaranya. Terlebih menurutnya rumah sakit seharusya berorientasi pada kemanusiaan, bukan finansial.

"Itulah yang menjadi catatan Komisi IX DPR. Sebab, negara ini wajib melindungi setiap warga negara. Karena itu kasus Debora ini menjadi motivasi untuk kita agar tidak diam," ujar Saleh Daulay kepada wartawan, Jakarta, Rabu (13/9).

Terkait kematian Debora, Politikus PAN ini mempertanyaan sikap RS Mitra Keluarga yang menolak jaminan BPJS yang diberikan oleh orang tua Debora, Henny dan Rudi. Padahal menurutnya negara sudah mengeluarkan anggaran cukup besar.

"Bahwa pembayaran dengan BPJS itu bukan berarti gratis, melainkan masyarakat tetap membayar. Hanya saja yang membayar adalah negara. Anggaran untuk kesehatan itu sekitar Rp 34 triliun. Jadi, kalau RS Mitra Keluarga mengembalikan uang pasien karena sudah dibayar BPJS itu patut dipertanyakan," tegas Saleh.

Ia menegaskan, apabila RS Mitra Keluarga Kalideres benar-benar terbukti menolak Debora, tentu akan bertentangan dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Seperti diketahui Debora yang berusia empat bulan meninggal dunia, sebab gagal dibawa ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) karena faktor finansial.