Sindir Elit Parpol, MUI: Budayakan Politik yang Elegan

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhdi Saadi

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengimbau para elit politik untuk saling menahan diri dalam mengekspresikan politiknya, termasuk saat menyampaikan pernyataan di ruang publik.

Zainut mengatakan, sebaiknya para elit tidak tidak membuat suasana semakin panas, tegang dan penuh dengan kecurigaan, jelang perhelatan pesta demokrasi Indonesia.

“Perbedaan pilihan tidak harus diwarnai dengan saling menjelekkan dan memfitnah, menyebarkan hoax dan ujaran kebencian. Karena hal tersebut selain tidak memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat juga dapat menimbulkan gesekan dan retaknya bangunan kebangsaan kita,” tutur Zainut dalam keterangan yang diterima MONITOR, Senin (7/5).

Lebih jauh politikus PPP ini mengatakan, di negara demokrasi kritik sekeras apapun kepada pemerintah adalah sah dan dilindungi oleh konstitusi. Sepanjang kritik tersebut disampaikan dengan sopan, didukung oleh bukti, data dan fakta.

“Kalau tidak didukung oleh bukti dan data itu namanya fitnah. Melakukan kritik itu tidak haram sepanjang kritik tersebut dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia pun menyarankan pemerintah, jangan sampai panik dalam menerima kritik, karena kritik itu bisa dijadikan sebagai tolok ukur untuk menilai target capaian pembangunan. Menurutnya, tugas Pemerintah adalah memberikan penjelasan dan klarifikasi kepada publik dengan jujur dan transparan sehingga tidak ada kesalahpahaman.

“Mari kita membangun budaya berpolitik yang elegan dengan nilai keadaban dan kesopanan. Jangan hanya karena berambisi ingin berkuasa kemudian menghalalkan segala cara,” pungkasnya.