Sandera KKB Papua Berhasil Direlokasi ke Mimika

MONITOR, Jakarta – Sebagian sandera yang dibebebaskan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua dikabarkan menolak untuk direlokasi ke tempat yang lebih baik. Padahal, di tempat evakuasi sekarang minim layanan kesehatan, makanan, dan keamanan.

Namun, setelah dilakukan upaya dialog antara antara TNI Polri dengan pemuka setempat dibantu oleh tokoh adat,  akhirnya sebagian dari mereka ada yang minta untuk di relokasi.

"Jadi dari dialog antara TNI Polri dengan pemuka setempat dibantu oleh tokoh adat pastur dan lain-laim, dalam perkembangannya diantara mereka akhirnya ada yang minta dievakuasi atau direlokasi paling tidak, karena disana minim layanan kesehatan termasuk juga makanan, keamanan, dan lain-lain," ujar Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rikwanto di Jakarta, Selasa (21/11).

Rikwanto menambahkan, setidaknya 800 lebih sandera yangnmerupakan masyarakat asli Papua berhasil dievakuasi ke Mimika. Sebagian dari mereka diantaranya terdapat anak-anak.

"Akhirnya mereka berkenan dievakuasi dan terakhir sekitar 800 lebih masyarakat asli Papua yang ada di kampung tersebut sudah bisa dievakuasi, dan diantara mereka juga terdapat anak-anak," tambahnya.

Sementara ini, sambung Rikwanto, proses evakuasinya berlangsung dua tahap, yaitu relokasinke Tembagapura dan kemudian diarahkan lagi ke Mimika.

Di Mimika, lanjut Rikwanto, mereka akan ditempatkan pada suatu gedung dan dilayani oleh Pemerintah Kabupaten Mimika dan Kementerian Sosial.

"Sementara ini, kita geser ke Tembagapura, kemudian dari Tembagapura kita geser ke Mimika. Di Mimika ini akan ditampung di gedung tertentu dan disitu akan diperlakukan dengan baik oleh kabupaten Mimika dibantu oleh Kementerian Sosial," papar Rikwanto.