Rita Widyasari, jadi Tersangka Korupsi ditengah Elektabilitas Tinggi

MONITOR, Jakarta – Saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah gencar-gencarnya melakukan penangkapan dan penindakan kepada sejumlah pejabat daerah yang terindikasi korupsi. Terbaru, lembaga anti rasuah itu menatapkan Bupati Kutai Kertanegara yang juga merupakan Bakal Calon Gubernur Kalimantan Timur yang digadang-gadang Partai Golkar pada Pilgub Kaltim 2018, Rita Widyasari sebagai tersangka penerimaan gratifikasi. 

Bupati Cantik Putri mantan Bupati Kukar Syaukani Hasan Rais tersebut ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK saat ia tengah berada di Jakarta. Rita bahkan mengaku kaget dengan berita tersebut. “Saya juga kaget, tiba-tiba saja,” katanya, kepada monitor.co.id, Selasa (26/9).

Rita menjadi tersangka korupsi KPK ditengah Elektabilitas atau tingkat keterpilihannya tinggi sebagai bakal calon Gubernur Kalimantan Timur. Ya merujuk pada beberapa lembaga survei di Kalimantan Timur, ketua DPD Golkar Kaltim ini memiliki polling suara tertinggi.

Berdasarkan hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) yang telah dipublikasikan sejak Senin (11/9) lalu, dari ke-13 Cagub Kaltim ini, Rita memiliki tingkat elektabilitas tertinggi mencapai 86,8 persen. Kemudian disusul oleh Isran Noor dengan 85,8 persen, Syaharie Jaang 84,6 persen, Rizal Effendi 81,1 persen, Sofyan Hasdan 75,9 persen, Yusran Aspar 75,8, Mahyudin 75,8 persen, Farid Wadjdy 61,4 persen, Makmur 60,6 persen, Masjaya 54,4 persen, Hadi Mulyadi 38,1 persen, Ismael Thomas 37,4 persen, dan Zuhdi Yahya hanya 37,1 persen.

Selain itu, kemampuan atau kapabilitas dari masing-masing calon tersebut juga masuk dalam perhitungan survei. Lagi-lagi, Rita kembali menjadi sosok yang dianggap paling mampu memimpin Kaltim dengan persentase 87,2 persen. Kemudian disusul Isran Noor 85,2 persen, Syaharie Jaang 84,1 persen, Mahyudin 81,8 persen, Rizal Effendi 81,5 persen, Sofyan Hasdam 81,5 persen, Yusran Aspar 75,5 persen, Makmur 74,4 persen, Farid Wadjdy 65,1 persen, Masjaya 51,6 persen, Ismael Thomas 37,9 persen, Hadi Mulyadi 37,9 persen, Zuhdi Yahya 35,3 persen.

Dan terakhir, soal kepercayaan masyarakat dalam memilih pemimpin di Kalimantan Timur ini, Rita berhasil meraup suara sebanyak 29,8 persen. Disusul oleh Syahrie Jaang 12,8 persen, dan diurutan ketiga Yusran Aspar dengan 7,3 persen.

Kini, ditengah pusaran kasus korupsi yang disangkakan kepadanya, bisa jadi mimpi Rita menjadi orang nomor satu di Provinsi yang kaya akan sumber daya alam itu terancam sirna dan pupus.