Pusdikham Uhamka Kecam Sikap Kontroversial Donald Trump

MONITOR, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Internasional 9 Desember dan Hari HAM Internasional 10 Desember, Pusdikham Uhamka (Pusat Studi dan Pendidikan HAM Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA) mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengakui Yerussalem sebagai Ibukota Israel dan rencana memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. 

Direktur Pusdikham Uhamka Maneger Nasution menyatakan, keputusan kontroversial Trump itu akan menimbulkan masalah baru yang sangat pelik dan betul-betul mengancam proses perdamaian yang masih terus diupayakan PBB dan badan-badan perdamaian internasional. 

"Untuk itu, tindakan ini harus dihentikan agar tidak merusak capaian perdamaian yang ada," ujar Maneger dalam pernyataan tertulis yang diterima Monitor, Ahad (10/12).

Saat ini, terang Maneger, para pihak bersepakat mengakhiri perang dan menerima pendekatan hidup berdampingan secara damai (peaceful co-existance). Semua pihak mengakui keberadaan dua negara, Palestina dan Israel dengan perbatasan sebelum perang 1967. Ini dikukuhkan dalam Resolusi PBB No.242 dan 338 yang isinya mencakup kewajiban Israel meninggalkan wilayah Palestina yang direbutnya pada perang 1967. 

Menurut Resolusi PBB tersebut, Yerusalem Timur adalah wilayah Palestina. Saat ini kota tempat komplek suci tiga agama Yahudi, Kristen dan Islam, Al-Aqsha berada,  di- status quo-kan demi menjaga proses kesepakatan terus berlangsung. 

"Tindakan sepihak Trump dan Israel ini akan meningkatkan kemarahan publik Palestina. Maka, publik internasional harus bersatu menentang tindakan Israel dukungan Amerika Serikat atas nama perdamaian dan atas nama kemanusiaan," tegas Komisioner Komnas HAM 2012-2017 ini.

Ia juga menekankan, negara-negara OKI harus bekerja keras menghadang rencana Israel demi hak-hak rakyat Palestina untuk merdeka, mempertahankan wilayahnya dan bebas menentukan nasib sendiri (self determination).

"Pusdikham Uhamka mendorong pemerintah Indonesia menempuh langkah-langkah diplomatik secara sungguh-sungguh untuk mencegah tindakan Israel ini dan memperkuat dukungan terhadap Negara Palestina Merdeka yang sejati. Pusdikham Uhamka juga menyerukan kepada masyarakat, khususnya ummat Islam tidak terpancing oleh provokasi, agitasi dan penyebaran kebencian atas dasar agama terkait apa yang berlangsung di Palestina," seru Maneger.