Polisi dan BIN Diminta Usut Tuntas Penyerangan di Gereja St Lidwina

MONITOR, Jakarta – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Abdul Kharis Almasyhari mengecam keras atas kejadian penyerangan di rumah ibadah Gereja St Lidwina, Sleman, Yogyakarta pada Minggu (11/2) pagi.

Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai apa yang terjadi di gereja tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu keterangan situasi jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di tahun politik ini.

"Penyerangan tersebut dapat mengganggu ketenangan ditahun politik seperti jelang Pilkada serentak ini, sehingga berpotensi terjadinya perpecahan," kata Abdul Kharis dalam keterangan tertulis.

Lebih lanjut Abdul Kharis meminta kepada semua aparatur terkait agar dapat segera menelusuri siapa dalang pelaku dibalik aksi teror serangan di Gereja tersebut.

"Apakah pelaku bergerak sendiri atau ada dalang dibaliknya saya minta Polri, BIN dan pihak terkait usut tuntas sehingga masyarakat tidak merasa resah atau khawatir terjadi aksi susulan," tegas pria yang gemar bersepeda ini.

Terkait aksi serangan tersebut yang diduga  dilakukan oleh simpatisan atau tim sukses kandidat Paslon Pilkada, ia enggan berkomentar dikarenakan belum ada data valid terkait proses penyelidikan lebih lanjut.

"Kita tunggu saja, tapi sepertinya tidak mungkin karena Paslon Pilkada, berharap situasi itu tenang, tidak ada gangguan seperti ini. Saya belum mau merespon lebih lanjut karena harus menunggu hasil temuan dari aparatur terkait," pungkasnya.