Pertemuan PSI dan Presiden Bakal Dilaporkan ke Ombudsman, Pengamat: Itu Berlebihan

MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Pembina ACTA Habiburokhman bakal melaporkan pertemuan PSI dan Presiden Jokowi di Istana Negara ke Ombudsman.

Menanggapi hal itu, pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menilai langkah yang akan diambil ACTA terlalu berlebihan.

"Jika rencana itu direalisasikan justru menguntungkan GN dan partai yang dipimpinnya karena semakin populer dan bisa jadi malah mendapat simpati dari rakyat Indonesia," kata Emrus kepada melalui keterangan tertulis yang diterima MONITOR.

Menurut Emrus, sebaiknya Habiburokhman mengurungkan niat tersebut.

"Lagi pula, siapapun warganegara, baik perorangan maupun kelompok sosial, termasuk partai politik, sah-sah saja bertemu presiden sebagai kepala pemerintahan dan sebagai kepala negara," ujar Emrus

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia