Penyerangan Ulama Dianggap Hoax, Begini Sangkalan Fadli Zon

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mempersoalkan ketegasan aparat kepolisian dalam mengungkap kasus penyerangan ulama yang belakangan ini terjadi.

Fadli menegaskan, pernyataan Polri terkait isu penyerangan ulama mayoritas adalah hoax dan diduga kasus kriminal biasa, patut dikaji secara mendalam.

"Saya sarankan pernyataan itu perlu dikaji mendalam, karena mengabaikan persepsi serta penalaran publik," ujar politisi Gerindra ini, melalui cuitan Twitternya.

Fadli pun merasa janggal, lantaran pada pekan lalu Menko Polhukam menyebut ada sebanyak 21 kasus penyerangan terhadap tokoh agama, dimana 15 oknum diantaranya dilakukan oleh orang gila. Sementara itu, pihak Polri justru menyebut dari 45 kasus penganiayaan tokoh agama yang dilaporkan, hampir semuanya dianggap hoax.

"Menurut saya informasi tentang penganiayaan tokoh agama memang terjadi dan faktual. Ini juga diakui sendiri oleh pihak pemerintah. Jadi, ada dua pejabat pemerintah, satu mengakui ada kasus penganiayaan terhadap tokoh agama, sementara yang satunya lagi menyangkal hal itu. Mana yang harus dirujuk oleh publik?," cerca Fadli.

Lebih jauh ia meminta agar aparat keamanan beserta pemerintah tidak lengah, dan harus menyadari bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap institusi negara ini sudah terkikis. Situasi ini, menurutnya sangat dilematis.

Apapun yang dilakukan aparat, cenderung selalu ditanggapi apriori. Untuk menghindari agar publik tidak kian apriori terhadap kerja kepolisian, mestinya pemerintah membentuk tim independen untuk mengungkap kasus tersebut," tukasnya.