Pengamat Sebut Jokowi Kena Jebakan Batman

MONITOR, Jakarta – Pidato Presiden Jokowi yang dibacakan dengan menggebu-gebu di hadapan para relawan, di kawasan Bogor, Sabtu (7/4) kemarin terus mendapat perhatian publik.

Pengamat Politik dari Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago (Ipang) misalnya. Ia menilai apa yang disampaikan Presiden Jokowi dalam pidatonya menunjukan dirinya terjebak pada hal-hal yang tidak substansial.

"Saya menilai presiden akhirnya terjebak pada hal-hal yang tidak subtansial untuk direspon," kata Pangi saat dihubungi MONITOR, Rabu (11/4).

"Pak Jokowi akhirnya kena jebakan batman, karena sebetulnya tidak semua isu dan tuduhan harus di respon pak presiden," tambahnya.

Dikatakan pria yang akrab disapa Ipang ini, kalau kemudian beliau mengomentari baju kaos #2019GantiPresiden di forum yang kapasitasnya sebagai kepala negara, jelas hal itu akan menurunkan dignity beliau sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara.

"Beliau harus piawai dan mahir dalam menanggapi sebuah isu, klarifikasi dan merespon sesuatu peristiwa politik saat ini," paparnya.

"Dan, semestinya presiden tidak perlu baper (bawa perasaan) apalagi reaksioner. Justru tuduhan tanpa bukti sebaliknya masyarakat akan empati sama beliau, kalau ada orang yang terzholimi justru masyarakat empati. Jadi itu bonus bagi presiden," sebut Ipang.

Padahal sebagai kepala negara dan pemerintahan, sambung dia, seharusnya presiden menunjukan sikap reaksionernya dalam menanggapi isu subtansial yang bersentuhan dengan masyarakat saat ini.

"Misalnya ikhwal soal narkoba dan perang candu lainnya, soal impor, soal travel bodong, soal lapangan pekerjaan dan sembako. Sehingga presiden hadir  dan merasakan, dan menunjukann presiden mengerti persoalan perut rakyat (sense of politics)," pungkasnya.