Satgas Siaga Bencana ESDM Berikan Bantuan Bagi Korban Gempa Lombok

Ilustrasi

MONITOR, LOMBOK UTARA – Merespon gempa bumi yang terjadi secara fluktuatif di Lombok Utara sejak akhir Juli lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Siaga Bencana.

Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan sektor ESDM tetap terpenuhi oleh masyarakat.

Satgas Siaga Bencana dipimpin langsung oleh Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Satry Nugaraha didampingi Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Saleh Abdurrahman dan Kepala Biro Umum Kementerian ESDM Endang Sutisna.

Satry menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan arahan langsung dari Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk membantu korban gempa bumi.

“Sesuai instruksi Menteri Jonan agar berkoordinasi dengan stakeholder ESDM yang tergerak hatinya menolong saudara-saudara yang terkena musibah,” ujar Satry di Posko Lapangan Tanjung, Lombok Utara, Minggu (12/8).

Setiba di lapangan, tim segara melakukan pengecekan kebutuhan sektor ESDM, mulai dari Bahan Bakar Minyak (BBM), kondisi ketenagalistrikan, air bersih hingga pendistribusian paket bantuan berjalan secara efektif.

“Kita bekerja sama dengan Dinas ESDM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar semua bantuan berjalan dengan tepat,” imbuh Satry.

Keputusan berkoordinasi dengan dua institusi tersebut berdasarkan atas pemahaman atas lokasi pengungsian korban sehingga paket bantuan tidak salah sasaran.

“Apalagi, BNPB ditunjuk sebagai ketua tim nasional penanggulangan bencana. “Kami jadikan mereka sebagai tempat transit bantuan sebelum disalurkan tiba di Lombok,” jelas Satry.

Paket bantuan diterima secara simbolis oleh Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB Muhammad Husni dan Deputi I BNPB Bernadus Wisnu Widjaja.

“Paket bantuan tersebut selain berupa bantuan pasokan energi dan tim rescue, juga mencakup kebutuhan sehari-hari, seperti selimut, terpal, peralatan dan tenaga medis juga makanan sehari-hari. Yang diperlukan masyarakat pastinya. Intinya, pasokan energi tersedia dengan baik,” pungkas Satry.

Advertisementdiskusi publik wagub dki