Menteri ESDM: Pemerintah Komitmen Bangun Infrastruktur Berkelanjutan

MONITOR, Jakarta – Pemerintah akan tetap melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan infrastruktur yang telah dicanangkan meskipun terjadi pergantian kepemimpian. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kembali menegaskan komitmen Pemerintah tersebut saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

"Infrastruktur kelistrikan, transportasi, lalu migas dan sebagainya, spiritnya itu berkesinambungan walaupun rezim atau aliran politik berganti, ini akan jalan terus dan diselesaikan," ujar Menteri ESDM.

Sebelumnya, dalam capaian subsektor ketenagalistrikan semester 1 tahun 2017 dijelaskan progress pelaksanaan program 35.000 MW hingga semester I tahun 2017 yang sudah COD/komisioning 768 MW, konstruksi 14.193 MW, PPA belum konstruksi 8.550 MW, pengadaan 5.155 MW dan perencanaan 7.170 MW.

Jonan juga menekankan program-program strategis yang sudah berada dalam peta jalan (roadmap) ini harus diselesaikan sesuai rencana awal. "Sesuai arahan Bapak Presiden, yang bisa diselesaikan ya cepat diselesaikan. Tidak bisa dibiarkan," tegasnya.

Terkait pembangunan infrastruktur lain yang bersinggungan langsung ke masyarakat, pada tahun 2017 ini Kementerian ESDM memiliki program strategis, diantaranya BBM Satu Harga, pembangunan jaringan gas kota (jargas), pembangunan sumur bor air tanah, hingga pembagian Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

Pada program BBM Satu Harga, Pemerintah sudah membangun 22 titik lembaga penyalur dengan rincian 4 titik di wilayah Barat dan 18 titik di wilayah Timur. Sementara itu, sebanyak 59.809 Sambungan Rumah Tangga (SR) jaringan gas kota diharapkan rampung pada tahun 2017 dengan rincian 47.309 SR di wilayah Barat dan 12.500 SR di wilayah Timur.

Sedangkan, 250 sumur bor air tanah juga akan dibangun pada tahun ini, dengan rincian 152 sumur di wilayah Barat dan 98 sumur di wilayah Timur.

Pemerintah juga menargetkan pembagian dan pemasangan 80.332 unit LTSHE ke Kepala Keluarga (KK) dengan rincian 409 KK di wilayah Barat dan 79.923 KK di wilayah Timur.