Komisi III Khawatir ada Oknum KPK Gadungan

MONITOR, Jakarta – Kebocoran informasi tentu menjadi hal yang mutlak terlarang bagi Lembaga Antirasuah Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bukan hanya informasi tersebut akan menjadi simpang siur ditengah masyarakat juga menunjukkan adanya oknum dalam KPK yang memanfaatkan informasi tersbut untuk kepentingan pribadi.

Dugaan tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo saat Rapat Dengar Pendapat dengan KPK, Selasa (12/9). Menurutnya, salah satu kader partainya kenal dengan orang yang mengaku kenal dekat dengan oknum KPK yang mengetahui informasi tentang siapa saja yang akan di periksa KPK.

Dengan Informasi tersebut, Bamsoet, sapaan akrab Bambang, dikhawatirkan ada pihak yang memanfaatkannya dengan mengaku-ngaku sebagai anggota KPK untuk meraup keuntungan pribadi. "Lebih ngeri lagi ada KPK gadungan. Itu orang bisa mengetahui ini orang mau dijadikan saksi 'ini dua hari lagi KPK akan panggil dia sebagai saksi' dan ternyata kejadian betul," katanya.

Terkait dengan hal itu, sejalan dengan komentar Bamsoet, Politikus Demokrat Benny K Harman menyoroti kualifikasi pegawai di bagian pengaduan masyarakat (dumas) KPK. Pasalnya, status mereka sebelum bekerja di KPK penting untuk menjaga stabilitas KPK.

Menurutnya, tidak semua dumas KPK menjalankan tugas sesuai aturan, dimana dirinya menduga malah ada pegawai dumas yang menjual dokumen untuk kepentingan pribadi. "Di dumas itu bukan kumpulan malaikay. Ada juga setan-setan yang menjual dokumen-dokumen untuk hidup," tukas Benny.

Untuk itu pihaknya meminta kepada KPK agar segera melaporkan temuan-temuan oknum KPK yang melakukan perbuatan menyimpang tersebut kepada pihak yang berwenang, "Berapa banyak KPK gadungan yang sudah ditangkap dan diproses? Karena ini untuk menjaga stabilitas dan akuntabilitas citra KPK," pungkasnya.