Komisi I DPR Kutuk Keras Kebrutalan Tentara Israel di Perbatasan Gaza

MONITOR, Jakarta – Ribuan warga Pelestina berdiri di garis pagar perbatasan gaza- israel untuk melakukan aksi demonstrasi sebagai upaya menyampaikan pesan kepada dunia, khususnya israel, bahwa mereka (warga palestina) tidak akan melupakan haknya untuk kembali ke Tanah Air-nya yang kini telah diduduki Israel. 

Seperti diketahui, menurut informasi yang dihimpun hingga saat ini kekerasan yang dilakukan tentara Israel telah menyebabkan sedikitnya 15 warga Palestina tewas dan 1.481 lainnya luka-luka. Para korban luka, baik akibat terkena peluru karet maupun peluru tajam, dirawat di sejumlah rumah sakit sesuai wilayah masing-masing.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari telah mengutuk keras serangan oleh tentara Israel kepada warga Palestina yang sedang berdemo di perbatasan Gaza dan Israel.

"kebiadaban dan apalagi kata yang tepat buat negara zionis yang membantai ribuan demonstrasi damai di Gaza, terkutuklah Israel dan pendukungnya" kata Kharis melalui keterangan tertulis yang diterima MONITOR, Senin (2/4).

Ia mengungkapkan, dalam penyerangan brutal yang dilakukan tentara Israel itu Kharis menyampaikam duka cita yang mendalam dan solidaritas penuh kepada korban dan keluarga korban akibat aksi serangan biadab tentara Israel itu.

Selain itu, Kharis juga teramat kecewa dengan sikap dan langkah Amerika Serikat terkait penembakan yang dilakukan Israel kepada demonstran 

"Amerika seperti menutup mata akan tingkah biadab zionis yang menembakkan peluru tajam ke arah demonstran, memalukan" ungkapnya.

Lebih dari itu, Kharis menilai dan juga mengingatkan bahwa ada amanah Konstitusi dalam kaitan kemerdekaan Palestina dan penembakan brutal Israel terjadi salah satunya karena Palestina belum merdeka.

 “Dalam Pembukaan UUD 45 jelas sekali amanat Konstitusi kita menyatakan dan menegaskan bahwa Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena itu soal Palestina bukan sekedar isu agama, tapi Indonesia melihatnya sebagai isu Kemerdekaan , Kemerdekaan Palestina” Jelas Kharis

Lebih jauh, Kharis menuturkan bahwa dalam merespon hal ini, ia meminta agar Indonesia mendorong Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar rapat darurat, dan dibentuk tim independen serta melaporkan hasilnya kepada dunia atas kejadian di Gaza beberapa hari terkahir.

"Israel memiliki tanggung jawab dibawah hukum Hak Asasi Manusia dan kemanusiaan internasional untuk melindungi warga sipil, karena itu PBB harus mengusut hingga tuntas dan jangan biarkan pelanggaran HAM didepan mata rakyat dunia terjadi di Gaza Palestina"tandasnya.