Ketua DPR Minta Masyarakat Tak Segan Undang Dirinya ke Acara Keagamaan

MONITOR, Tangerang Selatan – Ketua DPR Bambang Soesatyo mengharapkan masyarakat tak segan-segan mengundangnya untuk acara-acara keagamaan ataupun kegiatan lainnya. Politikus Golkar yang akrab disapa dengan panggilan Bamsoet itu merasa senang jika bisa dekat dan berada di tengah-tengah rakyat. 

Menurut Bamsoet, kedekatan antara pemimpin dengan rakyat adalah sebuah keniscayaan. Sebab, pemimpin lahir dari rahimnya rakyat, berjuang bersama rakyat, serta bertujuan demi kemajuan dan kemakmuran rakyat.

“Prinsip ini saya pegang teguh ketika saya mendapat amanat sebagai ketua DPR. Karena bagi saya, jabatan adalah sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak saja kepada rakyat, tetapi juga kepada sang pencipta, Allah SWT kelak di kemudian hari,” ujar Bamsoet saat berpidato pada acara Maulid Nabi di  Pesantren Jagat Arasy, BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (10/2). 

Di hadapan Mursyid Tareqat Qadiriyah Naqsabandiyah Syekh Abah Gaos dari Suryalaya dan ratusan santri, Bamsoet juga Bamsoet  memberi contoh tentang kepemimpinan Rasulullah SAW. Yakni tentang kualifikasi kepemimpinan yang  memenuhi unsur sidik (jujur), amanah (dapat dipercaya). tablig (punya kemampuan berkomunikasi) dan fatanah (cerdas dan pintar).

“Salah satu keteladanan yang harus kita contoh dari kepemimpinan Nabi Muhammad SAW bahwa untuk menjadi pemimpin diperlukan kualifikasi tertentu,” tegasnya. 

Sayangnya, kata Bamsoet, umat Islam terkadang kurang peduli pada kualifikasi itu.  Akibatnya, umat Islam selalu ketinggalan dibanding dengan umat agama yang lain. 

“Seorang ulama bernama Syekh Amir Syakib Arsalan mengatakan, mengapa orang Eropa dan Amerika bisa maju, karena mereka meninggalkan agamanya. Sebaliknya, mengapa umat Islam mundur, karena umat Islam meninggalkan ajaran agamanya,” tuturnya.