Kementerian ESDM Dorong PLN Tingkatkan Layanan Listrik di Papua dan NTT

MONITOR, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, meminta persoalan kelistrikan di dua daerah yaitu Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa terselesaikan tahun 2019. Masih rendahnya rasio elektrifikasi yang masih di bawah 50% bisa menjadi penghambat pembangunan di dua daerah tersebut.

Menurut menteri Jonan, rasio di dua wilayah tersebut masih rendah rasionya. Ia meminta paling lambat 2019 persoalan kelistrikan bisa terselesaikan secara maksimal, agar kedua daerah ini tidak ketinggalan dengan daerah lain.

"Papua itu electrification-nya itu masih di bawah 50% atau sekitar 48,5% dan NTB masih di bawah 60%," kata Jonan di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Kamis (30/11).

Jonan mengatakan, diperlukan upaya ekstra supaya kedua wilayah itu, bisa terlistriki dengan baik. Agar Papua dan NTT tidak ketinggalan dengan daerah lain. Ia berharap persoalan ini segera diselesaikan seperti target yang sudah dicanangkan, dimana pada 2017 hingga 2019, PLN mempunyai target untuk melistriki sebanyak 2.500 desa di seluruh Indonesia.

"Paling lambat tahun 2019 lah selesai di 2.500 desa. Seluruh Indonesia. Tapi kalau yang provinsi NTB dan Papua sekitar 2.000 desa," ungkap Mantan Menteri Perhubungan ini.

Namun menurut Jonan, PLN saat ini memang sedang menggarap PR besar untuk persolan kelistrikan. Saat ini PLN sedang mengejar garapan sekitar 10.000 desa agar teraliri listrik. Hal ini dilakukan PLN lantaran belum sempurnanya jaringan listrik.

"Misalnya, satu desa itu lima dusun, yang ada layanannya hanya 3 atau 4 dusun. Nah ini kita penuhi semua. Jadi ada 10.000 lagi," pungkasnya.