Kementan Lirik Brazil Genjot Sektor Peternakan

MONITOR, Jakarta – Dalam upaya meningkatkan sektor peternakan, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berencana akan melakukan hubungan kerjasama dengan negara Brazil. Keduanya bersepakat untuk sama-sama dengan pihak pemerintah Brazil agar menjaga kesepakatan dan hubungan baik dalam industri peternakan.

Adapun kerjasama tersebut yang tengah dibahas ialah soal kerjasama investasi Breeding Farm (Peternakan Sapi) dan Breeding Cattle (Pengemukan Sapi) dengan pemerintah Brazil.

Sementara itu, Kementerian Pertanian Brazil juga akan berencana untuk mendorong pelaku usaha di Brazil agar melakukan investasi breeding farm dan usaha peternakan sapi di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita mengatakan bahwa keputusan kerjasama itu terjadi setelah adanya kesepakatan perdagangan antara Indonesia dengan Brazil pada sektor peternakan sapi yang dilakukan pada 12 Februari 2018 antara tim Kementerian Pertanian Brazil dengan Kementerian Pertanian Indonesia.

“Terkait dengan investasi Brazil ke Indonesai Breeding Farm sudah ada informasi masuk ke NTT tapi untuk fase kesepakatan ini belum ada langkah kongkrit yang kita lakukan mungkin brazil masih nunggu langkah kita,” kata I Ketut di saat ditemui di Kantor Kementan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (8/5).

Meski demikian, I Ketut juga belum mau membeberkan secara terperinci mengenai berapa nilai investasi yang akan ditanam oleh negeri Brazil. Sebab, menurutnya pembahasan tersebut masih dalam tahap negosiasi.

Lebih dari itu, ia juga menambahkan bahwa Indonesia akan menjaga hubungan baik antar kedua negara melalui kerjasama peningkatan SDM Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Kita juga menyarankan pemerintah Brazil mendatangkan investor ke Indonesia termasuk perbaikan genetik sapi di Indonesia, karena Brazil memang peningkatan populasi sangat pesat dan nyata. Bagaimana kita di Indonesia supaya loncatan ini bisa kita raih secapatnya karena cita-cita kita di Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tukasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian RI menyetujui masuknya daging sapi Brazil ke Indonesia dan tim Kementerian Pertanian Brazil menyetujui untuk tidak memasukan daging ayam dan produknya ke Indonesia setelah memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan.

Hal ini disebabkan karena Indonesia sudah over supply daging ayam bahkan sudah melakukan ekspor ke Jepang, Timor Leste, Papua New Guinea dan sedang dalam penjajakan ekspor ke negara-negara Asia lainnya dan Timur Tengah.