Kemenkes Dituntut untuk Perhatikan Soal Polusi Udara di Indonesia

MONITOR, Jakarta – Sejumlah aktivis pemerhati lingkungan bernama Greenpeace melaksankan, aksi teatrikal dengan pesan meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk lebih memperhatikan masalah polusi udara di Indonesia.

Dalam aksi yang berlangsung di depan gedung Kemenkes, Jakarta pada Kamis (28/9) itu, Greenpeace ingin menyampaikan bahwa pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan harus memperhatikan masalah polusi udara yang secara nyata menjadi ancaman serius kesehatan masyarakat.

"Kementerian Kesehatan berperan penting dalam menciptakan panduan ataupun early warning system ketika kualitas udara memasuki level tidak sehat atau bahkan berbahaya," ucap Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Bondan Andriyanu, dalam siaran pers yang diterima Publicapos di Jakarta.

Bondan menambahkan, Kemenkes harus mampu menjaga kesehatan rakyat dan dapat merekomendasikan untuk memperketat peraturan mengenai baku mutu udara ambien Indonesia yang rata-rata 3 kali lebih tinggi dari standar WHO.

Selain itu, tuntutan aksi ini juga menghimbau Kemenkes untuk memperketat regulasi emisi pembangkit tenaga listrik termal Indonesia yang sangat longgar dibandingkan dengan mayoritas negara lainnya.

"Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang layak tentang bahaya polusi udara dan mengetahui seberapa buruk paparan langsung (real time exposure) yang diterima oleh mereka akibat polusi udara”, tutup Bondan.