Jargon Pembangunan Dinilai Masih Dibutuhkan di Indonesia

MONITOR, Jakarta – Jargon pembangunan telah ada sejak zaman orde baru, hal tersebut bukanlah jargon politik karena itu adalah untuk kebutuhan bagi negara seperti Indonesia. 

Hal tersebut dikatakan Menteri Perencanaan dan Pembanguna Nasional, Bambang Brodjonegoro dalam acara "Anugerah Apresiasi Karya Alumni UI".

"Karena pada awal orde baru masih  dikategorikan sebagai negara miskin, atau negara yang berpendapatan rendah" kata mantan Menkeu tersebut. 

Awal orde baru tingkat kemiskinan Indonesia sekitar 40 persen, maka saat itu kita bisa memahami pola kebijakannya lebih menekankan kepada pada pembangunan.

"karena memang itu yang harus diatasi, selain isu lainnya, seperti pengangguran dan lain-lain," katanya

Karena fokus pada pengembangan pembangunan dan  kemiskinan, pada akhir pemerintah orde baru yaitu pada tahun 1998, sebelum terjadi krisis ekonomi asia, turunnya mencapai 11,7persen," katanya.

"Jadi sangat jauh, dari 40 persen sampai 11,7 persen, meskipun kemudian terjadi krisis ekonmi asia kemudian naik lagi menjadi 22 persen," katanya.

Akan tetapi, tahun 2017 tingkat kemiskinan  Indonesia 10,12 pesen.

"artinya, kalau mendengar cerita saya dari awal, maka ini terendah," katanya

Meskipun begitu, 11,12 persen jika dikalikan dengan jumlah pendduk menjadi 26 juta jiwa. 

"Dan itu total jumlah yang tidak sedikit, maka itu isu pembangunan, menjadi hal yang penting di lakukan.dalam upaya mencapai targer pembanguna da,lam mengentaskan kemiskinan.

"satu hal yang penting dalam upaya melakukan pembangunan yaitu berkesinambungan  atau continuitas," katanya.