Ini Alasan Giring Nidji terjun ke Politik dan Gabung PSI

MONITOR, Jakarta – Terjun ke dalam dunia politik sepertinya semakin banyak diminati oleh kalangan selebritis termasuk Giring Ganesha atau yang dikenal dengan Giring Nidji. pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1983 tersebut memutuskan bergabung dengan partai baru yang mengusung pembaruan berpolitik yang menyasar kaum millenial yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Giring mengatakan keputusannya masuk PSI karena alasan bahwa Partai yang dinahkodai Grace Natalie itu mengusung semangat pembaruan, anti-korupsi dan anti intoleransi.

"Keputusan saya masuk PSI selain karena sebelas alasan yang diantaranya anti korupsi, anti Intoleransi, partai yang pro perempuan, partai anak muda, serta terobosan berpolitik yang kekinian, selain sebelas alasan tadi, dan lain-lain. Saya menemukan spirit dan perjuangan yang baru di partai PSI ini," katanya kepada MONITOR (monitor.co.id) di Kantor DPP PSI, Senin (19/2).

Dia menambahkan, seandainya dia ikut dengan partai yang sudah besar, dia hanya bisa mengikuti arus, dengan keadaan politik internal yang complicated.

"Sedangkan di PSI, saya melihat semangat anak muda yang luar biasa, apalagi tidak ada oligarki disini, semua diputuskan bersama. kami bisa ngobrol ataupun diskusi bareng dengan temen-teman seperjuanga, aktivis,dan anak-anak muda terbaik bangsa," ucap Giring Nidji.

Apalagi, PSI memiliki kedekatan emosional dengan seluruh kadernya,  karena PSI bukan hanya milik DPP semata.

"Seperti saya dengan Grace atau dengan Raja Juli kami sahabat, di tempat lain belum tentu saya dan ketua umum bisa akrab, ngobrol bareng, minum kopi bareng, kalau di tempat lain hanya bisa menjadi kader saja," katanya

Suami dari Cynthia Riza tersebut beharap, dirinya bisa masuk ke parlemen sehingga bisa membuat perubahan di parlemen. 

Saat di parlemen lanjut Giring, salah satu yang akan diperjuangkan olehnya adalah masalah pendidikan. 

"Hal yang paling ingin saya ubah yaitu sistem pendidikan di Indonesia, banyak problem yang saya temukan ketika di daerah mengenai sistem pendidikan kita. Saat saya bertemu dengan karang taruna dan saya mengajar para siswa hanya diam dan mendengarkan saja, jiwa kritis mereka tidak keluar," ujarnya. 

Berbeda dengan pengalaman di sekolah swasta tempat anaknya menempuh pendidikan, sejak awal sudah diberikan spirit untuk kritis, sehingga anaknya tak malu bertanya.

"Saya ingin membuat sistem pendidikan di Indonesa yang lebih relevan," katanya.

Selain itu, saat di parlemen nanti Giring berjanji tidak akan menduakan masyarakat yang telah mempercayai dirinya," ucapnya