Gatot Ingin menjadi Teladan bagi Prajurit Aktif agar Tak Berpolitik Praktis

MONITOR, Jakarta – Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan meski sudah purna tugas dari fungsinya sebagai tentara bukan berarti dirinya akan dalam kondisi 'menganggur' alias berhenti mengabdi kepada bangsa dana negara.

Sebagai seorang prajurit yang mengabdi aelama hampir kurang lebih 36 tahun, tentunya sudah mendarah daging terhadap kecintaan kepada Sang Ibu Pertiwi.

“Mengabdi kepada nusa-bangsa tidak selalu berarti harus memanggul senjata, dan mulai hari ini saya memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai anak bangsa, anggota masyarakat sipil dan warga negara RI lainnya, termasuk untuk memiliki hak memilih, juga hak dipilih saat Pemilu mendatang,” tegas Gatot dalam keterangan tertulisnya yang diterima awak media, di Jakarta, Minggu (1/4).

"Hal tersebut saya tunjukkan juga sebagai suri tauladan bagi tentara aktif untuk tidak berpolitik praktis sebelum memasuki purna tugas,” tambahnya.

Pun demikian, sambung jenderal bintang empat yang baru saja memasuki masa pensiunnya pada 31 Maret kemarin, untuk sementara akan lebih fokus terlebih dahulu mencurahkan waktu kepada keluarga.

"Bagi saya dapat menunaikan tugas terakhir menjadi Panglima TNI sudah membuat bersyukur dan saya tak akan pernah berhenti memanjatkan syukur kepada Tuhan YME, Allah SWT yang menurut saya merupakan satu-satunya sumber kekuatan dan penunjuk arah dalam menjalankan semua tugas ketentaraan,” ucap Gatot. 

“Terimakasih juga sudah pasti ingin saya sampaikan kepada semua masyarakat dan pihak khususnya jajaran TNI AD yang selama ini telah memberikan dukungan berupa apa pun, termasuk berupa kritik yang konstruktif. Terimakasih kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo sebagai pimpinan yang baik dan memberi kepercayaan kepada saya,” pungkasnya.

Untuk diketahui,  Presiden Joko Widodo yang melantik Gatot sebagai Panglima TNI pada 2015, menggantikan Jenderal Moeldoko yang memasuki masa pensiun. 

Awal karir di militernya ditempuh dengan berbagai posisi diantaranya: 

Komandan Peleton MO. 81 Kompi Bantuan Batalyon Infanteri 315/Garuda; Komandan Kompi Senapan B Batalyon Infanteri 320/Badak Putih; Komandan Kompi Senapan C Batalyon Infanteri 310/Kidang Kancana; Kepala Urusan Dalam Detasemen Latihan Tempur; ADC Panglima Kodam III/Siliwangi; PS Kepala Seksi-2/Operasi Korem 174/Anim Ti Waninggap; Komandan Batalyon Infanteri 731/Kabaresi; Komandan Kodim 1707/Merauke; Komandan Kodim 1701/Jayapura; Sekretaris Pribadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat; Komandan Brigade Infanteri 1/PIK Jaya Sakti; Asisten Operasi Kepala Staf Kodam Jaya; Komandan Resimen Induk Daerah Militer Jaya. Selanjutnya, Gatot menjabat dibeberapa posisi penting kemiliteran. Di antaranya Danrem 061/Suryakencana (2006-2007), Kasdivif 2/Kostrad (2007-2008), Dirlat Kodiklatad (2008-2009), Gubernur Akmil (2009-2010), Pangdam V/Brawijaya (2010-2011), Dankodiklat TNI AD (2011-2013), Pangkostrad (2013-2014), Kepala Staf TNI Angkatan Darat (2014-2015), dan Panglima Tentara Nasional Indonesia (2015-2017) serta Pati Mabes TNI AD (2017-2018) terakhir sebelum ia purna tugas.