Dukung Capres Alternatif, Politisi PKS Berharap Poros Tengah Terbentuk

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menilai keberadaan poros tengah sangat diperlukan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Tujuannya, kata dia, untuk memberikan alternatif pilihan kepada rakyat Indonesia.

Jangan sampai, sambung Hidayat, Indonesia yang merupakan negara terbesar ini dapat memberikan calon-calon yang menjadi harapan baru

"Saya kira baik saja dalam konteks persiapan Pilpres yang lebih baik karena kita memerlukan alternatif-alternatif yang lebih baik dan banyak alternatif pilihan tentu lebih baik. Karena Indonesia sangat besar, tentu kita tidak ingin demokrasi kemudian membuat rakyat kecewa kalau pemimpin yang sudah dipilih tapi ternyata tidak menghadirkan apa yang diharapkan rakyat," kata Hidayat di Komplek Parlemen, Senayan, Jumat (9/3).

Ia menyakini, jika poros tengah itu dalam komposisi partai politik yang ada saat ini masih terbuka peluang yang cukup besar untuk terbentuk.

"Kita mendoakan agar itu bisa terealisir dan itu kemungkinannya adalah Demokrat, PAN, PKB menjadi satu poros, sedangkan PKS, Gerindra satu poros, dan kemudian poros pendukung Jokowi," paparnya.

"Jika itu terjadi, itu akan seperti mengulangi Pilgub di DKI Jakarta ya ga apa-apa, kalau terjadi seperti itu saya kira baik-baik saja, sekali lagi rakyat memerlukan alternatif yang terbagus," sebut dia.

Politikus PKS itu pun menjelaskan perlu terbentunya poros ketiga atau tengah, sudah sesuai dengan sikap penolakan terhadap persyaratan presidential treshold (PT) sebesar 20 persen.

"Karena itulah, kami dari awal sesungguhnya menolak persyaratan untuk PT supaya apa/, supaya memberi ruang lebih banyak dari warga negara untuk kemudian memilih calon alternatif yang banyak lagi," ungkapnya.

"Tapi sudah diputuskan ya sudahlah demikian, kalau itu diputuskan berarti memang jadi tidak cukup banyak ruang untuk alternatif karena perayaratan 20 persen itu membatasi dan itu kemunginan cuma tiga dengan komposisi yang kira-kira demikian," pungkas dia.