DPR Soroti Penyelenggaraan UNBK Pelajar Tingkat SMP

MONITOR, Jakarta – Setelah berakhirnya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilakukan oleh pelajar tingkat SMA, kemudian untuk yang akan datang giliran pelajar SMP yang akan melaksanakan UNBK pada tanggal 23 sampai dengan 26 April 2018. 

Untuk itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo meminta agar komisi X DPR bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah yang akan melaksanakan UNBK terutama ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Sekaligus mengantisipasi secara serius potensi kendala pada saat pelaksanaan UNBK jenjang SMP dengan memberikan pendampingan yang intensif terhadap teknisi dan proktor (pengendali server) UNBK, mengingat banyaknya kendala teknis yang terjadi pada UNBK jenjang SMK dan SMA, seperti persoalan jaringan, ketidakstabilan aliran listrik, dan keterbatasan komputer di sejumlah daerah,” kata Bambang melalui keterangan pers yang diterima MONITOR, Jumat (13/4).

Selain itu, ia juga meminta Komisi X DPR agar mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten atau Kota untuk mendampingi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan pendataan ulang terhadap sarana prasarana penunjang pelaksanaan UNBK dan memberikan informasi kendala di sekolah-sekolah kepada Kemendikbud, guna meminimalisasi adanya kendala pada saat pelaksanaan UNBK jenjang SMP.

“Mendorong Kemendikbud agar mendorong sekolah-sekolah untuk tidak mewajibkan UNBK ataupun sekolah yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), seperti di Kalimantan Utara, Papua, Bima, dan sejumlah daerah lainnya yang masih terkendala dengan jaringan,” tukasnya.

Kemudian, Bamsoet sapaan akrab ketua DPR ini juga meminta agar Komisi I DPR dan Komisi VII DPR mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Telkom, PT. PLN, dan penyedia jasa internet untuk memastikan jaringan internet tetap stabil.

“Serta memastikan ketersediaan listrik di sekolah-sekolah selama pelaksanaan UNBK, sehingga pelaksanaan UNBK dapat berjalan lancar,” tandasnya.

Selain itu, menurutnya peran orang tua dalam hal ini lebih penting sebab orang tua yang memantau kegiatan anak di rumah, selain itu tetap memberikan support kepada anak agar mampu menyelesaikan ujian dengan baik dan benar.

“Meminta para orang tua murid dan para guru mengimbau kepada siswa dan siswi tingkat SMP yang akan melaksanakan UNBK agar percaya diri dengan belajar sungguh-sungguh serta tidak dengan mudah mempercayai pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dalam melakukan upaya penyebaran soal ataupun kunci jawaban palsu, mengingat pentingnya integritas tinggi dalam pelaksanaan UNBK,” pungkasnya.