Dongkrak Ekspor Teh, Kemendag Kirim Delegasi Advokasi ke Eropa

MONITOR,  Jakarta – Kementerian Perdagangan selaku wakil pemerintah dan pemangku kepentingan komoditas teh Indonesia melaksanakan misi advokasi Indonesia Tea Trade Mission (ITTM) ke Uni Eropa (UE).

Misi tersebut dilakukan lantaran ekspor teh ke kawasan Uni Eropa ini kian menurun dalam lima tahun terakhir. Terbitnya kebijakan peraturan Komisi Eropa Nomor 1146/2014 menjadi salah satu penyebabnya hingga volume dan nilai ekspor teh Indonesia menurun 20%.

“Misi advokasi teh ini diharapkan dapat meminimalisasi hambatan ekspor teh Indonesia ke Uni Eropa, sehingga ekspor produk teh Indonesia di kawasan ini kembali berjaya,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, pada rilis yang diterima MONITOR Minggu (3/12).

"Secara umum, kinerja ekspor teh Indonesia sedang mengalami perlambatan. Hal ini ditandai oleh pangsa ekspor yang menurun, harga teh Indonesia yang rendah, dan kebijakan impor yang diberlakukan oleh negara tujuan ekspor," paparnya.

Adapun delegasi teh Indonesia akan mengunjungi Hamburg, London, dan Brussel dengan membawa pesan meminimalisasi hambatan ekspor teh Indonesia ke UE. Misi advokasi dilaksanakan pada 3-9 Desember 2017.

Dalam misi ke UE, Oke memaparkan pihaknya akan berkonsuktasi teknis dengan pemangku kepentingan teh Uni Eropa yaitu Tea & Herbal Infusion Europe (THIE). Delegasi juga diagendakan menjajaki kerja sama penelitian sampel teh dengan laboratorium Eurofins Scientific di Hamburg, Jerman. Selain itu, akan dilaksanakan diskusi akses pasar dan preferensi pasar dengan pembeli dan pemangku kepentingan teh di London, Inggris.

Selain kunjungan, ia mengatakan delegasi Indonesia juga akan melakukan networking dengan International Tea Committee, pengemas teh, pedagang ritel teh, dan pengelola toko teh premium (tea specialty) di London. Tujuannya, menurut Oke, untuk meningkatkan pangsa pasar produk teh Indonesia dan menjadi kesempatan untuk menjajaki selera konsumen teh di Eropa.

Berdasarkan data International Tea Committee, konsumsi teh secara global di tahun 2010 melonjak 60% dibanding tahun 1993.

"Pertumbuhan signifikan komoditas ini diprediksi akan terus berlangsung karena masyarakat dunia semakin menyadari khasiat teh untuk kesehatan," pungkas Oke.