Dianggap Tak Netral, Bupati Boyolali Dilaporkan ke Bawaslu

Bupati Boyolali Seno Samodro

MONITOR, Jakarta – Diduga tak netral dan merugikan pasangan calon capres-cawapres nomor urut 02, advokat Pendukung Prabowo-Sandiaga Uno akan melaporkan Bupati Boyolali Seno Samodro, ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait aksi save tampang Boyolali pada Minggu, 4 November 2018.

“Adanya pengerahan masa di Boyolali yang diduga dilakukan Bupati Seno Samodro dengan menyerukan agar tak memilih bapak Prabowo dalam pilpres 2019,” ujar kuasa hukum Yudha, Hanfi Fajri di kantor Bawaslu, Jakarta, Senin, 5 November 2018. Menurutnya, kepala daerah tak seharusnya memberikan pernyataan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.

Hanfi berharap Bawaslu dapat segera memproses laporan yang merugikan Prabowo ini. Sebab, kata dia, pernyataan Bupati Boyolali Seno Samodro ini dapat menguntungkan peserta pemilu lain yakni pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin. “Ini menyudutkan Pak Prabowo,” ucapnya.

Dia mengatakan hal itu diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu pada Pasal 282. “Menguntungkannya itu dengan pernyataan supaya tidak milih pak Prabowo. Nah itu sangat jelas ada keberpihakan,” katanya.

Pasal 282 dalam UU Pemilu menyebutkan pejabat negara, pejabat struktural, dan pejabat fungsional dalam jabatan negeri, serta kepala desa dilarang membuat keputusan dan atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu selama masa kampanye. Dalam pasal 547 UU Pemilu, pejabat negara yang melakukan hal ini dapat dipidana dengan penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp 36 juta.

Sementara itu, Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Yandri Susanto, pelaporan itu terkait ucapan-ucapan yang memaki Prabowo saat aksi Save Tampang Boyolali.

“Orang-orang yang sok membela orang Boyolali, justru katakan kata-kata tidak pantas, terutama Bupati Boyolali yang katakan Prabowo ***, itu lebih tendensius dan ujaran kebencian, dan kami akan laporkan itu pada kepolisian,” kata Yandri.

Menurutnya, makian Seno itu sangat tidak pantas diucapkan, apalagi oleh pejabat publik. Dia menilai omongan tersebut amat merugikan Prabowo sebagai calon presiden.

Pernyataan Seno yang dipermasalahkan ini terlontar saat politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu berorasi dalam aksi Save Tampang Boyolali. Melalui video yang beredar, Seno mengucapkan nama binatang yang identik dengan makian setelah nama Prabowo.

Yandri mengatakan, tim advokasi badan pemenangan yang dipimpin oleh Sufmi Dasco Ahmad juga akan melaporkan orang-orang yang menyunting video pidato Prabowo hingga dianggap merendahkan orang Boyolali. Dia mengklaim, jika didengarkan secara utuh, isi pidato Prabowo sama sekali tak berniat merendahkan.

“Justru bangkitkan orang Boyolali, enggak boleh miskin dan enggak boleh terpinggirkan,” kata politikus Partai Amanat Nasional ini.

Kelompok massa yang mengatasnamakan Forum Boyolali Bermartabat menggelar aksi Save Tampang Boyolali pada Minggu kemarin, 4 November 2018. Adapun Bupati Boyolali Seno Samodro seperti terlihat dalam video di Youtube, di depan forum itu mempersilakan masyarakat untuk menggelar aksi protes ke Prabowo.

“Nyinyir itu tak perlu ditanggapi serius, kita sudah sepakat secara bermartabat kita akan sikapi itu dengan tidak memilih Prabowo,” ujar Seno.

Seno melontarkan umpatan itu sebagai simpulan atas aksi masyarakat Boyolali yang digelar hari tersebut. “Ekspresi dari masing-masing penjuru Boyolali dalam forum Boyolali bermartabat ini menyampaikan ekspresinya, nek tak simpulke sak kalimat kira-kira ya pada karepe Prabowo ***,” kata Seno dikutip dari video di kanal Youtube DoubleVIRAL Channel. Jika diterjemahkan, “kalau saya simpulkan satu kalimat kira-kira sama maksudnya, Prabowo (kata binatang).

Sebelumnya, beredar video pidato Prabowo saat menghadiri peresmian Badan Pemenangan Daerah Boyolali. Prabowo sedang berbicara tentang kemiskinan sebelum mengucapkan soal tampang Boyolali.

Prabowo mengabsen tiga nama hotel bintang lima di Ibu Kota. Setelah itu, ia mengatakan bahwa ejaannya sulit hingga masyarakat saja tak mampu mengucapkannya. Prabowo lantas berseloroh bila audiensnya saat itu masuk hotel mewah, mereka akan diusir.

“Karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian ya tampang Boyolali ini. Betul?” tanya Prabowo. Peserta kampanye terdengar tertawa.