Daripada Sibuk Urus Khutbah, Bawaslu Diminta Jalankan Mandatnya

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah Manager Nasution mengatakan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI tidak memiliki mandat untuk 'mengawasi' mimbar-mimbar Jum'at.

Hal itu ia ungkapkan menanggapi rencana Bawaslu yang akan menyusun materi khutbah Jum'at jelang Pilkada. Dimana Bawaslu sebelumnya telah mengklaim bahwa materi yang disusun bersama sejumlah tokoh agama tersebut menuai respon positif.

"Mandat Bawaslu itu mengawasi hajatan politik. Tapi kok punya syahwat mengurusi kurikulum khutbah Jum'at segala? Apakah Bawaslu punya kompetensi soal materi khutbah Jum'at? Bawaslu itu tidak punya mandat 'mengawasi' mimbar Jum’at," ujar Manager dalam keterangan tertulis, Minggu (11/2).

Alih-alih mengawal jalannya Pilkada, menurut Manager, tindakan Bawaslu tersebut justru akan menimbulkan gosip yang memperkeruh situasi jelang Pilkada. Untuk itu ia meminta Bawaslu agar dapat menjelaskan ke Publik terkait rencana tersebut.

"Sehingga tidak berkembang pergunjingan di publik: jangan-jangan ada kelompok politik tertentu yang sedang menggunakan tangan Bawaslu dengan "ide" yang menggelikan itu? Hanya Tuhan dan Bawaslu sendiri yang tahu. Tentu saja publik berharap hal itu tidak benar," tukas Manager.

Lebih lanjut Mantan Komisioner Komnas HAM ini menyarankan agar Bawaslu lebih fokus menjalankan mandatnya daripada merumuskan kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai mandatnya. 

"Bawaslu fokus saja menunaikan mandatnya menjadi wasit pemilukada yang profesional, imparsial, dan berkeadilan. Bawaslu harus memastikan bahwa KPU/KPUD menyelenggarakan seluruh tahapan Pemilu/Pemilukada secara profesional dan independen," tandasnya.

"Pastikan KPU/KPUD memfasilitasi seluruh warga negara menggunakan hak-hak konstitusionalnya. Pastikan netralitas ASN dan TNI/Polri. Pastikan tidak ada _money politic_ dan ujaran kebencian. Dan tunjukkan keberanian untuk mengeluarkan kartu kuning, kalau perlu kartu merah, terhadap siapa pun pemain dan penyelenggara Pilkada yang melakukan pelanggaran. Kalau Bawaslu sudah mampu menunaikan mandat itu, bangsa ini sudah sangat berterima kasih," pungkasnya.

Advertisementdiskusi publik wagub dki