Curhat Jokowi Tak Terima Disebut Otoriter di Rapimnas Demokrat

MONITOR, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, hadir dalam acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat, di Gedung Sentul Internasional Convention Center (SICC) kawasan sentul, Jawa Barat, Sabtu (10/3). 

Disela-sela dalam sambutannya itu, Jokowi sempat mengatakan kalau dirinya merasa tidak habis pikir atas anggapan yang menyebut dalam kepemimpinannya pernah dicap sebagai pemimpin yang otoriter.

“Tapi yang saya heran kalau tidak salah, di medsos Agustus 2017 yang lalu, saya baca, disampaikan bahwa saya adalah pemimpin yang otoriter. Saya heran saja, kenapa kok dibilang otoriter,” kata Jokowi dalam sambutannya, di kawasan Sentul, Sabtu (10/3).

Menurut Jokowi, dirinya itu merasa tidak otoriter. Sebab, apabila melihat penampilan serta perawakan tidak sangar malah selalu murah senyum, ia mengaku, kalau dirinya itu kemana-mana juga selalu tersenyum. Maka tidak ada sama sekali potongan pemimpin yang otoriter.

“Makanya saya berani bilang saya itu bukan seorang pemimpin yang otoriter, saya ini seorang demokrat,” tukas Mantan Gubernur DKI  Jakarta ini.

Untuk diketahui, tudingan otoriter terhadap Jokowi itu buntut dari kebijakannya setelah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang organisasi kemasyarakatan.

Namun, hal tersebut pernah ditepis oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang sependapat dengan Jokowi, ia mangatakan bahwa pemerintahan sekarang bukan pemerintahan yang otoriter.

"Sama dengan Presiden lah. Saya kan pembantunya, sama lah," kata Tjahjo di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara Nomor 7, Jakarta Pusat.