Cuaca Ekstrem, Kemenhub Keluarkan Maklumat Antisipasi Kecelakaan Laut

MONITOR, Jakarta – Antisipasi terjadinya kecelakaan di laut karena cuaca ektrem, Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengeluarkan himbauan agar semua pihak waspada dan mengantisipasi sejak dini.

"Untuk itu, Ditjen Perhubungan Laut melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mengeluarkan Maklumat Pelayaran Nomor 110/XI/DN-17 tentang waspada bahaya cuaca ekstrem dalam tujuh hari ke depan," kata Kepala Bagian Organisasi dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kemeterian Perhubungan Lollan Panjaitan dalam rilis persnya di Jakarta, Kamis malam (30/11).

Maklumat Pelayaran dimaksud berisikan instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut kepada seluruh jajarannya di seluruh Indonesia agar tetap mewaspadai adanya cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang terjadi di sebagian wilayah perairan Indonesia, khususnya dalam waktu tujuh hari ke depan.

Berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), diperkirakan pada tanggal 27 November-3 Desember 2017 akan terjadi cuaca ekstrem dengan tinggi gelombang 6-7 meter serta hujan lebat di Perairan Samudera Hindia Selatan Banten hingga selatan Jawa Tengah dan Selatan Jawa Timur.

Oleh karenanya, Direktur Jenderal Perhubungan Laut menginstruksikan agar seluruh Syahbandar untuk terus melakukan pemantauan ulang kondisi cuaca setiap hari melalui website www.bmkg.go.id serta menyebarluaskan hasil pemantauan dengan cara membagikan informasi mengenai cuaca kepada para pengguna jasa serta memasangnya di terminal-terminal atau tempat embarkasi dan debarkasi penumpang kapal.

"Apabila kondisi cuaca membahayakan keselamatan kapal, maka Syahbandar harus menunda pemberian Surat Persetujuan Berlayar (SPB) sampai kondisi cuaca di sepanjang perairan yang akan dilayari benar-benar aman," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus Purnomo.

Dengan dikeluarkannya Maklumat Pelayaran ini diharapkan seluruh jajarannya, khususnya para petugas Ditjen Hubla di lapangan dapat lebih meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan pelayaran dan mampu mengantisipasi kecelakaan akibat cuaca esktrem.