Berikan Pendampingan, Kementan Libatkan Unsur Perguruan Tinggi

MONITOR, Yogyakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) akan melibatkan unsur Perguruan Tinggi untuk menjadi pendamping para petani di Indonesia. Sejumlah 5.930 personil yang terdiri dari mahasiswa, dosen, alumni perguruan tinggi pertanian, serta pemuda tani akan diterjunkan.

Hal itu dikatakan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Gunawan Yulianto di Yogyakarta, pada Kamis (24/8).

"Akhir tahun ini kami akan menerjunkan 5.930 pendamping petani dari unsur mahasiswa, dosen, alumni perguruan tinggi pertanian, serta pemuda tani," ujar Gunawan.

Para pendamping itu, sambung Gunawan, akan diperbantukan untuk menyuluh para petani yang tersebar di 72.000 desa binaan Kementan di Indonesia.

"Pelibatan mereka juga untuk membantu penyuluh pertanian di bawah Kementan yang jumlahnya masih terbatas untuk menjangkau 72.000 desa potensi pertanian," tuturnya.

Lebih lanjut, Gunawan menambahkan, para pendamping akan memberi penyuluhan pada para petani semua tanaman, termasuk hortikultura. Dengan demikian, kedepan diharapkan Indonesia tidak melakukan impor pertanian lagi.

"Kalau dulu kan hanya fokus pada tanaman pajale saja. Sekarang kami akan prioritaskan semua termasuk seluruh tanaman hortikultura sehingga Indonesia tidak perlu impor lagi," tambah Gunawan.