Baliho Cawapres Bermunculan, Peneliti LIPI: Tandanya Indonesia Tak Krisis Calon

MONITOR, Jakarta – Kendati Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) telah menetapkan pendaftaran Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019 pada 4-10 Agustus 2018 mendatang, baliho-baliho dukungan telah bermunculan. Salah satunya dukungan kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk maju sebagai cawapres.

Menanggapi hal itu, Peneliti Senior dan Pakar Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, munculnya nama-nama baru pada bursa cawapres, termasuk Cak Imin merupakan poin positif untuk demokrasi di Indoenesia.

"Demokrasi memberikan peluang kepada warga negara yang memenuhi syarat untuk mencalonkan diri," kata Zuhro di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Senin (12/2).

Menurutnya, dengan munculnya nama-nama tersebut jauh sebelum pendaftaran, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki banyak tokoh yang dinilai pendukungnya layak mencalonkan diri sebagai presiden maupun wakil presiden.

"Jadi jangan ada kesan bahwa Indonesia mengalami krisis ya, tidak ada kader sama sekali, tidak ada pilihan calon. Nanti kan publik juga yang menyeleksi," paparnya.

Dengan banyaknya calon nanti, kata Zuhro, sebagai peneliti dirinya mendorong jalannya pemilu yang elegan dengan gaya kompetisi yang sehat. Dengan begitu publik dapat menentukan pilihannya sendiri tanpa ada paksaan.

"Saya senang sebagai peneliti bahwa demokrasi di Indonesia ini diwarnai dengan kontestasi, kompetisi yang lebih elegan dan lebih berkualitas," katanya.