Anggota DPR Pilih Tinggal di Apartemen Sewaan Demi Efektivitas Kerja

MONITOR, Jakarta – Kemacetan Ibu Kota merupakan momok bagi setiap warga yang beraktivitas di dalamnya, Tidak terkecuali para Wakil Rakyat di Senayan.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan lebih memilih tinggal di apartemen sewaan di sekitar Gedung DPR daripada di rumah dinas. Mengingat, kemacetan di Jakarta mengganggu mobilitas kerjanya.

"Teman-teman DPR yang aktif di Senayan mereka tidak mau tinggal di sana karena macet. Perlu 2 jam baru sampai Senayan. Macet di Pancoran. Teman-teman lebih banyak sewa apartemen di seputaran Senayan," ujar Lukman di Komplek DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8).

Selain jarak tempuh yang cukup jauh, kondisi rumah dinas DPR juga kurang layak huni. Sehingga, kebanyakan rumah dinas legislator difungsikan sebagai rumah huni tenaga ahli DPR.

"Biaya renovasi perumahan Kalibata itu juga besar sekali. Itu juga tidak dihuni. Kebanyakan tenaga ahli yang menghuni. Jadi kosong sebagian, tidak efektif," tambah politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Sehingga, sambung pria kelahiran Riau itu, dirinya sepakat dengan usulan pembangunan gedung baru DPR. Sebab, dengan demikian akan terjadi efisiensi anggaran.

"Jadi saya sepakat DPR bangun apartemen. Tapi harus jelas alih fungsi perumahan Kalibata. Kalau kemudian apartemen dibangun tapi di Perumahan Kalibata masih ada itu namanya pemborosan,"