Tribrata vs Bandar Narkoba

MONITOR – Angkat topi untuk polisi yang berani menghadang bandar narkoba di Surabaya. Pertaruhan jiwa raga yang patut menjadi teladan bagi semua.

Namun kejadian semacam itu, yang berlangsung di tempat terbuka dan terekspos luas, dikhawatirkan bisa menekan keterpanggilan atau partisipasi publik untuk ikut memerangi kejahatan. Masyarakat bisa berpikir bahwa resiko maut meninggi, karena toh polisi saja sampai mengalami nasib sedemikian rupa. Apa boleh buat, kebanyakan dari kita msh memandang polisi sebagai manusia digdaya.

Di samping memberikan asuransi ekstra bagi polisi yang bertugas di unit pemberantasam narkoba, Polri perlu melakukan evaluasi prosedur operasi tentang bagaimana sebaiknya penyergapan dalam situasi seperti itu dilaksanakan. 

Penyergapan yang di luar kendali tidak hanya bisa membahayakan polisi, tapi juga dapat mengorbankan masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Dan jatuhnya korban, jika terjadi hanya akan menambah beban kerja polisi.

Aksi heroik–sekaligus maut–di Surabaya itu semoga bisa menjadi peringatan bagi oknum polisi yang sudah maupun yang punya niat plarak-plirik dengan sindikat narkoba. Kalau teman se-korps sudah menjadi korban, tapi masih ada juga oknum yang berkomplot dengan bandar narkoba, sungguh terlalu. Perkuat jiwa korsa, perhebat semangat pengabdian, perkokoh profesionalisme, perang melawan narkoba.