Sri Sultan Hamengkubuwono X Resmikan Desa Tegalrejo Jadi Model Desa Wisata Budaya

MONITOR, Gunung Kidul – Berawal dari sebuah keinginan untuk mengenalkan potensi Desa Tegalrejo ke masyarakat luas, PT Astra International Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA-MDR) menjadi penggagas utama untuk merintis sebuah desa wisata budaya berkolaborasi dengan paguyuban komite sekolah dan masyarakat yang ada di Desa Tegalrejo.

“Kecamatan Gedangsari di Gunungkidul ini akan menjadi model pusat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui potensi desa wisata yang dipadukan dengan budaya,” ujar Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang meresmikan "Rintisan Desa Wisata Budaya Tegalrejo, Gedangsari".

Bupati Gunungkidul Badingah juga mengucapkan terima kasih kepada Astra selaku penggagas untuk merintis desa wisata budaya di Kec. Gedangsari ini, “Untuk merintis Desa Wisata Budaya, pemerintah tidak bisa bergerak sendiri, tentunya kami membutuhkan bantuan dari berbagai pihak meliputi dunia usaha dan masyarakat demi memajukan Kab. Gunungkidul,” tutur Badingah.

Rp 48 Miliar untuk D.I. Yogyakarta sejak 2006

Astra International melalui Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim sejak 2006 mendukung pendidikan di D.I.Y. sebesar Rp 48 miliar yaitu Rp 39 miliar untuk Gunung Kidul dan Rp 9 miliar untuk Bantul. Dukungan senilai Rp 48 miliar tersebut dalam bentuk pembangunan fisik, pembinaan, pelatihan, bantuan donasi, sarana dan prasana untuk pendidikan atau Astra Untuk Indonesia Cerdas.

Ketua Pengurus YPA-MDR Arietta Adrianti menambahkan pembentukan desa wisata budaya ini merupakan wujud konkrit kepedulian Astra melalui YPA-MDR di Kab. Gunungkidul sejak 10 tahun yang lalu. “Dunia pendidikan mampu berperan dan berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat Gedangsari, khususnya Desa Tegalrejo dimana terdapat 6 SDN, 1 SMPN, dan 1 SMKN Binaan Astra menuju ekonomi kerakyatan,” tuturnya.

Dalam acara ini juga akan diserahkan 2 Piagam Pemecahan Rekor MURI Pertama: Membatik Lintas Generasi/Usia Pertama di dunia dan Pagelaran Busana Pertama di Wanajati yang pertama di Indonesia oleh Museum MURI kepada YPA-MDR, Bupati Gunungkidul Badingah, serta Indonesia Fashion Chamber (IFC) dan disaksikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia