Puncak Bulan Bahasa, Kemendikbud Luncurkan 10 Buku

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Puncak Bulan Bahasa dan Sastra tahun 2017. Acara ini digelar tepat pada momentum Sumpah Pemuda tertanggal 28 Oktober 2017, di Kantor Kemendikbud.

Dalam acara ini, Kemendikbud akan meluncurkan 10 buku yang terdiri dari enam buku literasi dasar dan empat buku bantuan teknis, melalui Gerakan Literasi Nasional (GLN).

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dadang Sunendar mengatakan, literasi dianggap sebagai keaksaraan, berbagai atau rangkaian kemampuan dalam hal membaca, menulis, berbicara, serta berhitung dan lain-lainnya, yang diperoleh melalui tripusat yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.

Lebih lanjut ia mengatakan, negara-negara yang mengikuti forum di Swiss tahun 2015, menyepakati apa yang disebut dengan literasi dasar. Literasi dasar terdiri dari literasi baca tulis, literasi numerik, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi kewargaan.

"Literasi dasar adalah kemampuan dasar bagi setiap bangsa dan masyarakat untuk bertahan hidup Ini merupakan literasi dasar agar sebuah masyarakat bisa bersaing dan sejajar dengan negara lainnya," ujarnya, baru-baru ini.

Kemendikbud sejak tahun lalu telah menetapkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) di lingkungan Kemendikbud. "Hampir semua unit utama di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki kegiatan gerakan literasi. Banyak kegiatan literasi yang ada di Kemendikbud sesuai dengan arahan presiden," tutur Dadang.

Gerakan Literasi Nasional bertujuan mengkoordinasi semua kegiatan literasi yang ada di lingkungan Kemendikbud. Dadang menuturkan, Gerakan Literasi Nasional bersifat universal, sehingga tidak mungkin dilakukan di satu tempat. Kemendikbud lalu bekerja sama dengan beberapa kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Agama, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Perpustakaan Nasional, dan merangkul para pegiat literasi serta unsur masyarakat lain.

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia