Pramuka di Mata Kaum Millenial, Masihkah Relevan?

MONITOR, Pekanbaru – Kegiatan Pramuka selalu menjadi agenda ekstrakulikuler yang tak boleh dilewatkan di setiap lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi keagamaan. Akan tetapi, belakangan generasi muda mulai meninggalkan dan kurang tertarik terlibat di kegiatan kepanduan yang dirintis Robert Baden Powell.

Ini menjadi pertanda, bukan mustahil apabila kegiatan Pramuka akan punah di kemudian hari akibat tak relevan dengan perkembangan zaman. Mengetahui hal ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengarahkan adanya revitalisasi Pramuka khususnya di kalangan perguruan tinggi keagamaan.

Menurut Lukman, Pramuka harus dikemas secara menarik agar lebih relevan dan mampu memenuhi kebutuhan generasi milenial.

“Gerakan Pramuka harus menjadi ajang kreativitas, inovasi dan literasi, untuk anak-anak muda zaman now. Rancang bangun kegiatan kepramukaan, harus mampu menjawab kebutuhan saat ini dan menjawab tantangan kehidupan generasi millenial,” kata Lukman di bumi perkemahan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Kamis (3/5).

Salah satu upaya yang harus dilakukan, kata Lukman, adalah penyajian program yang harus mengikuti perkembangan information technology (IT). Hal ini ditandai dengan munculnya beragam media sosial, seperti facebook, twitter, instagram, whatshap dan lain-lain.

“Saya berharap, jerih payah kita menyiapkan perhelatan akbar Perkemahan Wirakarya ini, bisa berdampak positif bagi pengembangan PTKI. PTKI harus menjadi tempat bersemainya pengarusutamaan moderasi agama untuk mahasiswa generasi ke-4 atau biasa dikenal dengan revolusi industri,” tegas Lukman di hadapan 1500 peserta Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) se-Indonesia ke XIV.

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia