Mendikbud Apresiasi Peran Media Massa Turut Kembangkan SMK

MONITOR, Surabaya – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memberikan apresiasi kepada para pelaku dunia usaha media massa yang turut berperan dalam pengembangan pendidikan kejuruan. Hal tersebut disampaikannya pada kunjungan kerja ke kantor Redaksi Harian Jawa Pos, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (18/01/2018).

“Saya sangat mendukung dan berikan apresiasi atas prakarsa Jawa Pos yang telah memberikan peluang yang sangat besar bagi SMK untuk belajar di sini, dan saya sangat senang bisa melihat langsung yang dilakukan oleh salah satu SMK,” tutur Mendikbud yang melihat secara langsung praktek kerja lapangan siswa SMK Krian 1 Sidoarjo, Jawa Timur, di kantor Redaksi Harian Jawa Pos, Surabaya, Jawa Timur.

Praktek kerja lapangan ini, kata Mendikbud, sangat tepat dilakukan, dan merupakan pelaksanaan amanat dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang menyatakan bahwa penyusunan kurikulum SMK, harus ditentukan bersama-sama dengan dunia usaha dan dunia industri. “Praktikum di lapangan minimum 60 persen, dan sekitar 40 persen saja pelajaran dilakukan di sekolah, oleh karena itu mohon pimpinan Jawa Pos untuk ikut terlibat merumuskan kurikulum SMK, terutama yang relevan terhadap tugas-tugas yang ada di media massa,” jelas Mendikbud.

Dalam pengembangan SMK, Mendikbud mengatakan, pemerintah betul-betul ingin menyiapkan tenaga kerja muda yang terampil dan bisa bersaing di dalam dunia kerja dan sesuai dengan kebutuhan keterampilan abad 21. “Semua anak SMK harus siap betul menghadapi perubahan. Oleh karena itu, harus terus belajar, terus cari pengalaman, jangan menunggu perintah, harus dengan kesadarannya sendiri untuk meningkatkan kemampuannya,” pesan Mendikbud.

Pada kesempatan ini Mendikbud juga menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan kesempatan kepada siswa SMK untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dengan belajar di luar negeri. “Untuk tahun ini mudah-mudahan dapat disetujui melalui program beasiswa yang ada di Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Untuk belajar keluar negeri kita usulkan tidak hanya S1, tetapi juga untuk siswa-siswa SMA/SMK,” ujar Mendikbud.

“Dalam waktu tertentu untuk lulusan SMK terbaik akan kita berikan prioritas untuk bisa mengambil kursus sesuai dengan keterampilan yang dimiliki, sehingga bisa memberikan kesempatan kepada siswa-siswa SMK untuk menambahkan pengalaman untuk meningkatkan keterampilannya,” pungkas Mendikbud.