KPAI Awasi Langsung Kasus Eksploitasi Siswa SMA Kendal

MONITOR, Kendal – Kasus dugaan ekploitasi siswa di SMA Kendal menjadi fokus perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Baru-baru ini, KPAI menurunkan tim ke Semarang dan Kendal untuk mengetahui langsung proses rekruitmen siswa yang mengikuti program magang palsu keluar negeri.

Adapun tim tersebut terdiri dari dua Komisioner, yakni Retno Listyarti dan Ai Maryati Solihah serta satu asisten. Pengawasan ini rencananya akan berlangsung pada 10-11 April 2018.

Terkait hal ini, Retno Listyarti selaku Komisioner bidang Pendidikan menuturkan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pemerintah provinsi Jawa Tengah, yang akan diwakili oleh SKPD terkait, yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Jateng,  Dinas Tenaga Kerja  Prov. Jateng dan perwakilan kepala sekolah yang melakukan MoU dengan PT Sofia Sukses Sejati.

"Pertemuan nanti berlangsung di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Jateng jl. Pemuda 134 Semarang, pada Selasa 10 April 2018 pukul 14.00 WIB," terang Retno kepada MONITOR.

Sejauh ini, kata Retno, KPAI akan mendalami modus dan proses kerjasama langsung sekolah dengan PT Sofia Sukses Sejati, agar kedepan ada regulasi dari pemerintah provinsi untuk mengatur kerjasama sekolah dengan pihak ketiga harus atas sepengetahuan dan perserujuan pemprov yang dapat diwakili oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

"Hal yg ini dimaksud untuk melindungi para swa maupun lulusan SMK di Jawa Tengah jika akan magang keluar negeri," paparnya.

Selain itu, Retno menyatakan modus dan tren yang terungkap akan digunakan KPAI sebagai upaya pencegahan agar seluruh SMK di Indonesia berhati-hati dalam melakukan kerjasama magang kerja dengan pihak manapun, baik di dalam negeri maupun di luar negeri agar dapat menjamin para siswa di eksploitasi tenaganya di luar batas kewajaran dan potensi menjadi korban perdagangan orang.