Film ‘Nelayan Perempuan’ Angkat Kesetaraan Gender

MONITOR, Jakarta – Jurnal Perempuan mengajak para masyarakat menyaksikan pemutaran film dokumenter dengan mengusung tema 'Perempuan Nelayan' di Ruang Mezzanine Hotel Aryaduta Jl. Prajurit KKO Usman & Harun 44-48, Jakarta Pusat, Rabu (31/1).

Film 'Perempuan Nelayan' adalah karya kolaborasi tim Jurnal Perempuan bersama pembuat film dokumenter cum aktivis Lexy Rambadeta. Menyaksikan film ini, penonton seolah diajak menyusuri kehidupan perempuan nelayan di Demak dan Gresik dan juga perempuan petambak udang di Dipasena-Lampung. 

Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Andi Misbahul Pratiwi mengatakan, nelayan merupakan profesi yang juga digeluti perempuan-perempuan di Indonesia. Akan tetapi, fenomena ini seringkali luput dari publik.

"Dari film ini, kita tahu bahwa Indonesia itu luar biasa dengan banyaknya pulau-pulau kecil yang rata-rata mayoritas pekerjaannya nelayan. Tidak hanya nelayan laki-laki tetapi perempuan juga," ujarnya saat ditemui MONITOR di lokasi, Rabu (31/1). 

"Bahkan perolehan untuk mencukupi kebutuhan keluarga 48% berasal dari nelayan perempuan," tambahnya.

Untuk itu, Andi menyatakan film ini layak diputar untuk pencerahan dan kesetaraan para perempuan di Indonesia, khususnya para nelayan yang saat ini masih belum mendapatkan kesetaraan atas hak dan kewajibannya.

Perlu diketahui, acara ini juga dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Direktur Eskekutif Yayasan Jurnal Perempuan Atnike Nova Adhuri, Pembicara Dedi Supriadi Adhuri dan Andi Misbahul Pratiwi, serta Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA).