Enam Tahun, Anak Bermasalah Hukum Mencapai 9.266 Kasus

MONITOR, Bogor – Problematika anak di Indonesia cukup beragam. Kasus paling menakutkan adalah Anak Berhadapan Hukum (ABH). Sepanjang tahun 2011 hingga 2017 terdapat 9.266 kasus dan tercatat paling banyak terjadi di tahun 2014.

Dalam kurun tahun 2014, jumlah kasus ABH mencapai 2.208. Disusul tahun 2013 yaitu sebanyak 1.428 kasus. Kemudian tertingggi ketiga sebanyak 1.413 kasus pada tahun 2012.

Terkait kasus ABH, Komisioner KPAI Bidang Trafficking Ai Maryati Solihah angkat bicara. Ia menilai kasus ABH menimbulkan stigma di masyarakat. Secara tidak langsung, lanjut dia, hal tersebut menjadi penyumbang kekerasan psikis terhadap anak.

"Imbas paling parah dari stigmatisasi membuat anak melakukan bunuh diri," ucap Ai Maryati Solihah kepada wartawan, dalam Seminar Perlindungan Anak bersama Komisi VII DPR RI di Bogor, akhir pekan lalu.

Dalam kasus kekerasan, perempuan dan anak menjadi sasaran empuk yang paling rawan dalam menghadapi kekerasan. "Maka diperlukan pandangan baru guna menghadapi hal tersebut. Dimana mulai hari ini, masyarakat perlu berpikir positif dan mengucapkan hal-hal positif dimulai dari diri sendiri," ujar Ai Maryati.  

Selain itu, Ai Maryati memandang bahwa orangtua memiliki peran penting untuk mendukung dan mengarahkan apa yang dilakukan anak tanpa perlu justifikasi mereka.

"Justifikasi dari orangtua dapat menimbulkan anak tidak percaya diri dengan apa yang dilakukan oleh anak," tandasnya.