Empat Tips Menjadi Wanita yang Sukses Ala Sri Mulyani

MONITOR, Washington DC – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menjadi salah satu pembicara pada acara The US-Indonesia Women’s CEO Summit, di Washington DC, pada Rabu, (11/10). Dalam acara ini, ia membagikan empat tips untuk menjadi wanita yang sukses baik dalam karir maupun keluarga.

Pertama memiliki role model yang baik. Ia mengambil contoh ibunya yang sukses dalam meraih pendidikan tinggi hingga tataran PhD dan berkarir di dunia pendidikan meskipun memiliki 10 anak.

“Ibu saya adalah seorang profesor, seorang PhD yang memiliki 10 anak. Ia terus mengejar pendidikannya yang tinggi meskipun harus membesarkan 10 anak yang enam diantaranya adalah wanita. Jadi, sangat mungkin untuk berkeluarga sekaligus meraih pendidikan tinggi dan berkarir,” terangnya dalam siaran pers Kemenkeu, Jumat (13/10).

Kedua adalah keluarga yang mendukung. “Kedua adalah keluarga yang mendukung. Biasanya ayah atau suami tidak mengijinkan wanita memiliki karir di luar rumah. Bukan berarti wanita yang tinggal di rumah dan mendedikasikan waktunya untuk keluarga, tidak bagus, tapi dengan memiliki keluarga yang mendukung untuk wanita berkarir, itu akan sangat lebih baik,” ungkapnya.

Ketiga, miliki motivasi untuk mengembangkan aktualisasi diri yang menyehatkan jiwa dan mengembangkan kesejahteraan orang lain. Hal tersebut dapat menjadi kompensasi yang masuk akal saat meninggalkan keluarga terutama anak untuk bekerja mengejar karir yang lebih tinggi.  

“Ketiga, perasaan bersalah para wanita meninggalkan anak untuk bekerja. Jadi harus ada kompensasi perasaan bersalah dengan cara yang lebih konstruktif sehingga bisa menjelaskan alasan meninggalkan mereka di rumah untuk mengejar karir yang lebih tinggi. Motivasi untuk menjaga kesehatan jiwa dengan aktualisasi diri dan memajukan kehidupan lebih banyak orang adalah alasan saya,” tuturnya.

Keempat, ia berpesan agar dalam memberdayakan orang lain agar saling menguatkan dan tidak saling menjatuhkan dalam membangun karir.

“Keempat, berdayakan orang lain (empower and encourage) di manapun posisi Anda dalam manajemen. Saling menguatkan orang lain, jangan saling menjatuhkan dalam membangun karir,” pungkasnya.