Di Pentas PAI, Menag Ajak Pelajar Indonesia Meruwat Keragaman

MONITOR, Banda Aceh – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak pelajar Indonesia untuk saling merawat keragaman di Indonesia. Keragaman ini meliputi sisi teritori, suku, budaya, bahasa, bahkan agama.

Menurutnya, menghadiran nilai-nilai religi dalam setiap aktifitas merupakan upaya paling efektif dalam memupuk dan merawat keragaman.

"Cara yang paling efektif untuk merawat keragaman itu adalah menghadirkan nilai-nilai religiusitas, sebagai perekat dan kohesi sosial yang mampu melahirkan kesadaran, pemahaman, dan tingkah laku untuk saling menjunjung tinggi eksistensi antar sesama, sehingga terjalin rasa persaudaraan dan keharmonisan di antara kita," ujar Menag Lukman saat membuka Pentas PAI tahun 2017, Senin (9/10), seperti dilansir laman resmi Kemenag.

Menag menegaskan, nilai-nilai agama merupakan alat perekat keragaman supaya kehidupan antar sesama terjalin secara harmonis.

Untuk itu, melalui pentas PAI, Menag Lukman mengajak semua pihak untuk dapat merawat keragaman dengn cara memantapkan nilai-nilai keagamaan.

"Mari kita rawat keragaman sebagai kenyataan faktual ke-Indonesia-an dengan memantapkan nilai-nilai keagamaan kita," jelas Menag di hadapan 900 siswa.

Pendidikan Agama Islam, tambah Menag, sudah seharusnya diposisikan untuk memperkuat identitas keindonesiaan. Bahkan, lanjut Menag, Pendidikan Agama Islam kiranya menjadi instrumen untuk meneguhkan semangat nasionalisme dan kebangsaan.