Tumor Otak , Kenali Sejak Dini Sebelum Terlambat

Tumor otak, pada dasarnya, segala pertumbuhan sel di luar kendali bisa disebut dengan tumor. Bedanya, ada yang bersifat jinak dengan pertumbuhan yang sangat lambat, ada juga yang bersifat ganas dengan pertumbuhan yang massif dan dapat menyebar ke organ lainnya.

MONITOR, Jakarta- Pusing memang sangat umum dirasakan setiap orang. Entah terjadi karena terkena hujan, telat makan, maupun karena terlalu lama memandang layar komputer bisa membuat seseorang merasa pusing. Setelah itu, kebanyakan orang memilih untuk relaksasi dengan merebahkan badan dan tertidur sebagai cara meredakan rasa pusing yang menyerang.

Namun, jika rasa pusing tidak kunjung hilang dalam jangka waktu panjang, sebaiknya  Anda waspada. Pasalnya, ada banyak penyakit yang dimulai dari rasa pusing di kepala.

Dalam kasus yang parah, ini bisa menjadi indikasi adanya serangan tumor otak, lho!

Waduh, siapa yang tidak takut jika ternyata ada tumor yang tumbuh di dalam tubuh, apalagi jika tumor bersifat ganas dan dapat berkembang menjadi.

Maka dari itu, yuk mengenal penyakit tumor otak sejak dini, agar langkah pengobatan dapat segera dilakukan sebelum terlambat.

Pada dasarnya, segala pertumbuhan sel di luar kendali bisa disebut dengan tumor. Bedanya, ada yang bersifat jinak dengan pertumbuhan yang sangat lambat, ada juga yang bersifat ganas dengan pertumbuhan yang massif dan dapat menyebar ke organ lainnya.

Begitu juga dengan tumor otak yang bersifat ganas, berpotensi menjadi kanker. Walaupun jarang ditemukan kanker otak yang menyebar ke organ lain, tetapi penyakit tersebut dapat menyebar ke bagian otak lainnya dan menyerang sistem saraf pusat.

Meskipun tumor jinak tidak menyebar pada organ lain, penyakit ini umumnya menjadi masalah utama pada kesehatan dan tetap dapat mengancam nyawa. Apapun jenis tumor otak, dapat merusak sel-sel di sekitar mereka karena menyebabkan peradangan dan meningkatkan tekanan pada jaringan di sekitarnya.

Tumor otak jinak biasanya tidak berakar ke dalam jaringan otak dan pertumbuhannya terbatas, sehingga cenderung lebih mudah diangkat melalui prosedur operasi. Namun, meskipun tumor otak jinak sudah diangkat, ada kemungkinan tumor dapat kembali lagi. Walau begitu, kasus tersebut terjadi jika sudah menjadi kanker yang bersifat ganas.

Tumor otak memilik gejala atau ciri-ciri yang bervariasi. Biasanya ciri-ciri timbul sesuai dengan jenis tumor dan lokasinya. Karena otak bertanggungjawab mengendalikan setiap fungsi organ tubuh, lokasi tumor dapat mempengaruhi gejala yang muncul.

Beberapa tumor tidak berdampak besar pada kondisi kesehatan, sedangkan sisanya bisa mempengaruhi kondisi fungsi tubuh secara perlahan.

Sakit kepala memang menjadi gejala awal yang sering muncul dan dirasakan setiap orang, sehingga seringkali disepelekan. Namun perlu diingat juga kalau tidak setiap sakit kepala menjadi ciri-ciri tumor otak, lho.

Agar tidak salah kaprah, berikut ciri-ciri yang muncul jika Anda mengidap tumor otak,

    • Kejang-kejang
    • Terjadinya gangguan dalam fungsi pendengaran, penglihatan, maupun gangguan dalam berbicara
    • Terjadi masalah keseimbangan dalam berjalan
    • Munculnya rasa kebas/mati rasa atau kesemutan pada bagian tangan dan kaki
    • Memiliki gangguan dengan memori atau ingatan
    • Adanya perubahan kepribadian diri
    • Gangguan pada konsentrasi
    • Munculnya titik-titik lemah yang terasa nyeri atau ngilu pada bagian tubuh tertentu

Namun, jangan langsung cemas ketika Anda merasakan gejala di atas. Bisa jadi, kesemutan terjadi lantaran adanya aliran darah yang tidak lancar, atau kekurangan vitamin C yang membuat system imun menurun dan membuat tubuh Anda nyeri dan ngilu.

Jangan ragu untuk segera menemui dokter agar dapat langsung mengenali penyakit tumor otak sedang menyerang Anda.

Semoga bermanfaat!