Penting Disadari Orang Tua, Anak Butuh Rekreasi

MONITOR, Jakarta – Terhimpit banyak aktivitas sepanjang pekan tentu menjadi hal yang sangat melelahkan sekaligus membuat penat dan jenuh. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun lazimnya merasa jenuh dan bosan. Kegiatan sekolah yang berlangsung selama sepekan, ditambah dengan kegiatan belajar diluar sekolah seperti les dan kursus, juga masih harus mengulang pelajaran atau mengerjakan PR di malam harinya.

Kebanyakan orang tua merasa berhak menuntut anak untuk berprestasi di sekolah, namun lupa akan kewajibannya memberikan kebahagiaan sederhana untuk anak-anaknya seperti rekreasi di akhir pekan. Padahal, rekreasi sangat penting untuk perkembangan psikologis anak-anak.

Berikut beberapa manfaat mengajak anak-anak berlibur atau rekreasi :

1. Melepas penat dan jenuh
Rekreasi keluarga tidak hanya bermanfaat untuk menghilangkan penat dan jenuh pada orangtua, tapi juga pada anak-anak yang selama sepekan dituntut untuk melakukan berbagai aktivitas akademis. Dan yang penting untuk diketahui, rekreasi adalah salah satu kebutuhan rohani pada manusia selain ibadah kepada Tuhan.

2. Mengembalikan semangat belajar
Setelah kejenuhan hilang, otak anak bagai di-refresh kembali. Hal tersebut akan berdampak baik pada kembali dan meningkatnya semangat belajar anak.

3. Menambah wawasan anak
Memperkenalkan anak-anak pada dunia luar, akan menambah wawasan dan pengetahuan mereka. Terlebih apabila orang tua memilih tempat rekreasi yang berkaitan dengan pendidikan dan budaya. Dan di antara banyaknya orang-orang baru yang ditemui saat rekreasi, anak akan belajar bahwa dunia ini terdiri dari berbagai ragam bahasa, budaya, dan lain sebagainya.

4. Mengajarkan anak bahwa pengalaman lebih berharga daripada sesuatu yang bersifat materi
Psikologis anak-anak yang terbiasa diajak rekreasi dengan anak-anak yang hanya terus menerus diberikan mainan akan berbeda. Anak cenderung cepat bosan dengan mainan. Kemudian mereka akan meminta dibelikan mainan baru, dan begitu seterusnya. Namun anak yang terbiasa dengan rekreasi, akan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan cenderung haus akan pengalaman-pengalaman baru.

5. Meningkatkan kepercayaan diri anak
Dengan bertambahnya wawasan dan pengalaman anak setelah pergi ke tempat-tempat baru, maka anak-anak akan menjadi lebih percaya diri dibanding jika mereka yang hanya terkungkung di dalam rumah. Mereka akan dapat bercerita di hadapan teman-temannya tentang pengalaman yang baru saja mereka dapatkam. Hal ini tentu juga mengasah kemampuan komunikasi anak-anak.

6. Mendekatkan hubungan orang tua dan anak
Di era millenial ini, banyak orangtua yang kesehariannya lebih banyak waktu di kantor daripada di rumah. Saat berangkat ke kantor, anak mereka belum bangun dari tidur. Dan saat pulang dari kantor, anak mereka telah tertidur. Jika direnungkan, sangat banyak waktu yang terlewatkan untuk saling mengenal dan mendekatkan diri antara orang tua dan anak. Padahal, hal tersebut sangat tidak baik bagi tumbuh kembang psikologis anak. Dengan pergi berlibur atau rekreasi, anak akan merasa diperhatikan karena orang tuanya meluangkan waktu untuk mereka. Dan orang tua dapat lebih mengenal dan memahami karakter masing-masing anak mereka yang bermanfaat untuk mengetahui cara paling tepat dalam mendidik mereka. Dengan pergi bersama, tentunya kualitas komunikasi antara orang tua dan anak akan terjaga.