Mengenal Lebih Dekat Telkom 4, Satelit Indonesia yang Mengorbit Tahun ini

MONITOR – PT Telekomunikasi Indoneisa (Persero) Tbk. atau yang biasa disebut Telkom segera meluncurkan satelit generasi terbarunya. Disebut-sebut memiliki teknologi teranyar, satelit tersebut diberi nama Telkom 4.

Sebagaimana dilansir Detikcom, Direktur Network and IT Solution Telkom Zulhefi Abidin mengatakan, satelit Telkom 4 telah dinyatakan siap untuk diluncurkan pada 2018 ini menggunakan roket peluncur Falcon-9 besutan SpaceX, sebuah perusahaan transportasi luar angkasa milik Elon Musk.

Untuk waktu pastinya,  Telkom memiliki opsi antara bulan Mei hingga Agustus tahun ini. "Untuk peluncurannya itu ada slot, punya schedule, dan schedule kita itu antara Mei samai Agustus…paling telat Agustus," kata Zulhefi.

Seperti apa kelebihan satelit yang akan diluncurkan dari Cape Caneveral Air Station Space Florida, Amerika Serikat tersebut?

2016 lalu, Telkom memilih Space System Loral (SSL), sebuah penyedia satelit komersial terkemuka yang memiliki keahlian untuk mendukung operator satelit dan misi-misi antariksa yang inovatif. Dimana Telkom 4 yang akan menggantikan satelit Telkom 1 karena harus pensiun 2018 ini dibangun berdasarkan platform SSL-1300, sebuah teknologi yang memberikan fleksibilitas berbagai aplikasi dan kemajuan teknologi. 

Menurut Skyrocket, SSL-1300 milik Telkom akan membawa 60 transponder C-band, 36 transponder akan digunakan untuk Indonesia dan sisanya akan digunakan untuk pasar India.

Sejalan dengan penjelasan Zulhefi, bahwa Telkom 4 nantinya akan memiliki kapasitas dan cakupan C-Band yang akan memuat sebanyak 24 transponder untuk Asia Tenggara, Standard C-Band 24 transponder untuk Asia Selatan dan Extended C-Band 12 transponder untuk Asia Tenggara.

SSL- 300 | Skyrocket.de

Untuk spesifikasi, Skyrocket menulis, SSL-1300 memiliki daya total antara 5 sampai 12 kW secara konstan sepanjang umur satelit. Daya pemancar on-board lebih dari 5.000 watt RF dan dapat menampung sebanyak 70 transponder aktif, memiliki berat maksimum 5.500 kg.

Ukuran dan kemampuan SSL-1300 dapat diperluas untuk menghasilkan dan memproses lebih banyak tenaga, dan mengakomodasi muatan yang lebih besar dan lebih kuat. Secara keseluruhan, perubahan tersebut dapat memberikan kapasitas hingga 40 persen lebih banyak daripada model awal, dikatan ideal untuk membawa multi band dan spot beam saat ini. 

Model yang dikembangkan akan memberikan total daya satelit yang berkisar antara 12 hingga 18 kW sepanjang umur satelit. Daya pemancar on-board akan mendekati 10.000 watt RF yang mampu menampung sebanyak 90 transponder aktif.

Falcon- v1.2 | Skyrocket.de

Telkom mempercayakan Telkom 4 untuk diluncurkan dengan Falcon-9 besutan SpaceX. Pada laman Skyrocket, Telkom 4 disebutkan akan diluncurkan dengan Falcon-9 v1.2, sebuah roket orbital berbahan bakar cair untuk misi berukuran sedang. Versi tersebut adalah pengembangan dari Falcon-9 v1.1.

Sebagian besar Falcon-9 v1.2 masih identik dengan Falcon-9 v1.1, namun memiliki beberapa beberapa pengembangan.

Pada misi pertama, roket tersebut berhasil melakukan pendaratan sukses pertama di darat, Falcon-9 v1.2 juga dapat mengangkut kapsul ruang angkasa Dragon untuk penerbangan kargo ISS, yang diproyeksi menjadi pesawat ruang angkasa berawak.

Berikut bagian-bagian SSL-1300 dari situs resmi SSL:

1. Solar Array
2. Tangki propulsi
3. OSR (Optical Solar Reflector)
4. Struktur Menara
5. Alat Peraga Plasma Stasioner
6. Antena Reflektor
7. Subrektor Antena
8. Panel Komunikasi Elektronik
9. SEC (Spacecraft Control Electronics)
10. Thruster
11. Antena Feed
12. Sensor Bumi
13. Selimut Termal
14. TWTA
15. Baterai
16. Antena TT & C

Advertisementdiskusi publik wagub dki