Jenis Penyakit yang Dapat Menular Lewat Ciuman

MONITOR Jakarta – Manfaat dari berciuman memang banyak manfaatnya khususnya bagi psikologi dan kesehatan seseorang, lakukan ini hanya untuk pasangan masing-masing, apa lagi jika berciuman bibir dengan orang yang sedang terinfeksi penyakit dapat membuat kalian ikut terkena penyakit yang sama. Pasalnya, mulut adalah tempat paling kotor di dalam tubuh, hal ini terjadi karena air liur mengandung banyak mikroorganisme.

Berikut beberapa penyakit yang dapat di tularkan lewat ciuman bibir:

1. Influenza

Influenza menular secara cepat dari satu orang ke orang lainnya, seringnya ditularkan melalui percikan air liur orang yang terinfeksi ketika batuk, bersin, ataupun bicara. Umumnya orang akan terinfeksi virus flu satu hari sebelum memiliki gejala sampai tujuh hari setelah sakit. Gejalanya meliputi demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri tubuh dan kelelahan.

2. Hepatitis B

Selain pada darah dan air mani, virus hepatitis B juga terdapat pada air liur. Saat berciuman, virus ini dapat menular jika air liur yang terinfeksi mengenai selaput lendir (mukosa) atau pembuluh darah orang lain. Selaput lendir ini melapisi berbagai rongga tubuh termasuk mulut dan hidung. Selain itu, hepatitis B akan lebih mudah menular jika saat berciuman, pasangan mengalami luka terbuka pada mulut atau di sekitar mulut, atau jika salah satu pasangan mengenakan kawat gigi.

3. Penyakit gusi

Bakteri lendir, dan partikel lainnya terus-menerus hidup dalam mulut dapat membentuk plak gigi. Menyikat gigi dan flossing (penggunaan benang gigi) sangat membantu menghilangkan plak. Namun kalau tidak dibersihkan secara menyeluruh, plak juga bisa tumbuh di bawah garis gusi sehingga menyebabkan penyakit gusi.

Meskipun penyakit gusi (juga dikenal sebagai periodontitis dan gingivitis) tidak menyebar melalui ciuman, kandungan bakteri buruk yang terkandung pada mulut Anda atau pasangan bisa menyebabkan menyebabkan penyakit gusi.

4. Infeksi Herpes

Herpes genital muncul karena infeksi herpes simplex virus (HSV) yang umumnya dikenal dalam dua jenis, yaitu tipe 1 (HSV-1) dan tipe 2 (HSV-2). HSV 1 inilah yang umumnya dapat ditularkan dari mulut ke mulut sehingga menyebabkan herpes oral, yaitu infeksi pada mulut dan bibir. Virus herpes simpleks penyebab infeksi ini dapat tersebar jika seseorang berciuman dengan pengidap, terutama jika terdapat luka melepuh pada pengidapnya, bahkan jika luka itu telah sembuh.

5. Gondongan

Gondongan adalah infeksi virus yang mempengaruhi kelenjar ludah yang mengalami pembengkakan. Gondongan menyebar dari orang yang terinfeksi melalui udara ketika sedang pilek, batuk, ataupun bersin. Gejala gondongan adalah mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan dan kehilangan nafsu makan.

6. Mononukleosis

Penyakit ini disebut juga sebagai penyakit mono atau penyakit ciuman. Mononukleosis adalah infeksi virus yang menyebar melalui air liur misalnya saat ciuman, batuk, bersin ataupun hal lainnya yang ditularkan dari liur si penderita mono. Gejala penyakit ini sangat mirip ketika flu yaitu demam, sakit tenggorokan, kelelahan, nyeri otot dan yang paling parah terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening.

7. Kutil

Kutil disebabkan oleh virus HPV yang dikenal memiliki 100 jenis. Salah satu jenis kutil yang tumbuh di sekitar hidung dan mulut adalah kutil filiform yang berbentuk kecil dengan warna yang sama dengan warna kulit. Terdapat juga kutil kelamin yang selain terdapat pada vagina atau leher rahim, juga bisa muncul pada lidah, mulut, tenggorokan, atau bibir. Kutil pada mulut ini dapat menular terutama ketika terdapat area yang terluka pada mulut.

8. Cacar air

Hasil gambar untuk cacar air
Hasil gambar untuk cacar air

Cacar air adalah infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Meski umumnya terjadi pada anak, tapi kondisi ini juga dapat menjadi lebih buruk jika menyerang orang dewasa, terutama yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini diawali dengan demam, kemudian muncul ruam seperti lepuh yang gatal di seluruh tubuh. Namun cacar air paling menular saat belum muncul ruam. Virus ini dapat tersebar melalui kontak langsung, seperti berciuman atau dari aliran udara yang dihirup.