Strategi Pertamina Penuhi Kebutuhan Gas di Kilang Dumai

MONITOR, Jakarta – Ada banyak cara yang dilakukan PT Pertamina untuk meningkatkan kapasitas dan kompleksitas Kilang. Salah satunya melalui program Refinery Development Master Plant (RDMP).

Program ini dilakukan, sebagai upaya pemenuhan pasokan gas untuk fase konversi operasional kilang serta untuk mendukung proyek RDMP di Refinery Unit (RU) II Dumai. Adapun konkritnya, Pertamina melakukan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) dengan EMP Bentu Limited. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Gas Pertamina, Yenni Andayani. Ia memprediksi, pada tahap awal kegiatan akan dimulai pada pertengahan tahun 2018 sampai dengan 2020 sebesar 57 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), kemudian dilanjutkan ke tahap selanjutnya pada tahun 2021 sampai dengan pelaksanaan proyek RDMP yang memerlukan volume gas sebesar 120 MMSCFD.

"Dengan adanya penandatanganan ini diharapkan utilisasi gas meningkat dan konversi bahan bakar di Kilang dapat dilakukan seiring dengan pengembangan infrastruktur baik transmisi maupun distribusi. Di sisi lain pemenuhan gas di Kilang dalam proyek RDMP, akan mendorong penigkatan produksi kilang dalam memenuhi kebutuhan BBM nasional yang berkualitas dan berstandar EURO IV/V," ujar Yenni.

Yenni berharap, pasokan gas pada tahap pertama dapat terealiasi tepat waktu, seiring dengan selesainya pembangunan pipa Duri-Dumai, kesiapan di Kilang Dumai, serta fasilitas gas dari penjual selambat-lambatnya pada Juli 2018.

Perlu diketahui, penandatanganan kerja sama jual beli gas, dilakukan oleh Direktur Gas Pertamina Yenni Andayani dengan CEO EMP Bentu Limited Imam P. Agustino di Kantor Pusat Pertamina. PJBG akan berlangsung selama 4 tahun mulai bulan Oktober 2018 sampai Mei 2021, dengan total volume kontrak sebesar 56 triliun british thermal unit (TBTU).